oleh

Bocoran Gerindra di Pilgub Jabar Bikin Heboh

Penulis: OP / HY

Hendry Yatna, Ketua Umum Paguyuban Bumi Pasundan

Berantas.co.id, Jakarta – Bocoran kandidat calon Gubernur Jawa Barat yang akan diumumkan Prabowo sore ini bikin heboh sejumlah elite politik dan masyarakat Jabar. Hal itu terkesan kesengajaan oknum untuk menjadikan Gerindra terkesan tidak profesional dalam mengambil sikap.

Menanggapi informasi yang berkembang tersebut, Hendry Yatna Ketua Umum Paguyuban Bumi Pasundan angkat bicara “saya yakin Prabowo Subianto adalah seorang pemimpin yang cerdas dan aspiratif, tidak mungkin beliau memilih Sudrajat yang tidak pernah turun kebawah untuk sosialisasi, tidak mungkin beliau memilih orang yang secara popularitas dan elektabilitas jauh dibawah Tatang Zaenudin”

Dikatakannya, ini baru tahap awal, pendaftaran para Bakal Calon Gubernur. Namun Gerindra terkesan mengumbar nama yang ramai di media sosial sebelum diumumkannya secara resmi oleh Prabowo Subianto.” ucap Hendry pada Kabartoday.

Lanjut Hendry, Partai Geridra dan PDIP adalah 2 dari sekian banyak partai yang belum mengeluarkan pernyataan resmi dukungannya. Info yang beredar dimedia online pada kamis, 7 Desember 2017, berawal dari pernyataan Mulyadi sebagai Ketua Partai Gerindra Jabar bahwa Prabowo akan umumkan kandidatnya untuk Jabar 1 ke Mayjen TNI (Purn) Sudrajat.

“Jadi saya tetap tidak meyakini semua isu yang berkembang dimedia jika pernyataan tersebut tidak keluar langsung dari Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra” tegas Hendry.

Kata ia, seorang pemimpin besar seperti Prabowo Subianto pastinya akan aspiratif, dan keputusannya harus tidak membuat pengikutnya bertanya-tanya, misalkan kenapa merokomendasikan orang yang selama ini tidak turun kebawah dan tidak populis untuk maju dalam Pilgub Jabar.

“Jika itu terjadi, maka pastinya akan muncul ketidakpuasan publik yang dapat berdampak kepada penurunan elektabilitas partai atau pencalonan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019”

“Saya pikir Prabowo harus memberikan dukungan surat rekomendasi partai kepada kadernya yang secara popularitas dan elektabilitas tertinggi dalam survei diantara kader-kadernya yang siap maju, itu baru pilihan logis yang dapat diterima oleh publik.” tutup Hendry

Comments

comments

News Feed