oleh

Cinta Tak Direstui Ortu, Gadis Keturunan Nyaris Bunuh Diri

-ACTUAL, DAERAH-112 views

Penulis: Imanuel Alinan

Berantas.co.id, Madiun –
Kasus percobaan bunuh diri terjadi di Kota Ambon. Seorang gadis keturunan Tionghoa, Chrissanty Khu, 31 tahun warga Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah hendak mengakhiri hidupnya. Wanita berproses wiraswasta ini kecewa lantaran hubungan cintanya dengan pemuda pujaan hati tak direstui ayahnya. Akibatnya, ia berniat mengakhiri hidupnya dengan cara memotong urat nadi pergerakan tangannya.

Kasus percobaan bunuh diri ini terjadi Sabtu, 25 November 2017 sekitar pukul 15.00 WIT dengan Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) di kamar 502 Hotel New Mulia jalan Rijali, Belakang Soya, Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Saat itu, korban nekat bunuh diri dengan cara memotong urat nadi tangannya menggunakan pecahan piring porselin. Beruntung nyawa korban masih dapat diselamatkan oleh kekasihnya yang dibantu petugas hotel yang melapor kasus ini ke aparat kepolisian di Polsek Sirimau Polres Pulau Ambon Dan Pulau-Pulau Lease. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Sumber Hidup untuk mendapat perawatan.

Kapolsek Sirimau AKP Wilhelmus B Minanlarat menjelaskan kronologis peristiwa ini sesuai keterangan pacar korban, Verdy Samallo, 27 tahun warga Dusun Wakan RT 002 RW 002 Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon bahwa ia dan korban memiliki hubungan asmara. Tetapi hubungan cinta dua sejoli ini ditentang orang tua korban terutama sang ayah.

Ini gadis yang mau bunuh diri gara-gara cintanya tak direstui orangtuanya

Korban yang tinggal di Saparua kemudian nekat melarikan diri dari rumahnya mengikuti kekasih hatinya di Ambon. Korban kemudian mengenai di Hotel New Mulia.

Pada Sabtu, 25 November sekitar pukul 15.00 WIT, korban sementara bersama pacarnya di kamarhotel. Kemudian korban dihubungi ayahnya via telepon seluler yang meminta korban segera kembali ke Saparua. Namun korban menolak. Korban bahkan mengancam ayahnya akan bunuh diri jika tak merestui hubungan dengan kekasihnya.

Korban kemudian memecahkan piring dan kemudian mengambil potongan pecahan piring. Secepat kilat ia langsung mengiris urat nadi tangan kiri hingga mengeluarkan darah segar. Melihat hal tersebut pacarnya berusaha menahan korban dan meminta bantuan petugas hotel. Selanjutnya salah seorang pegawai hotel melapor ke Polsek Sirimau.

Dalam waktu singkat beberapa aparat Polsek Sirimau tiba di TKP dan menenangkan korban serta membawanya ke RS Sumber Hidup untuk mendapat pertolongan medis.

“Personil kita berhasil membantu mencegah seorang gadis yang akan bunuh diri. Penyebabnya karena hubungan asmara dilarang orang tua. Saat ini korban sementara dirawat di rumah sakit,” jelas Kapolsek Sirimau AKP Wilhelmus Minanlarat.

Comments

comments

News Feed