oleh

Dua Benda Diduga Bom Gegerkan Pasar Mardika Ambon

Penulis: Imanuel Alinan

Benda di duga BOM diamankan Polisi

Berantas.co.id, Ambon – Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan Pasar Mardika Ambon Rabu pagi, 29 November 2017 digegerkan dengan temuan benda berupa pipa besi yang diduga bom serta sebuah tas jinjing warna merah mencurigakan yang diduga berisi bom.

Tas tersebut dibawa seseorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Hingga kini aparat kepolisian masih memburu orang tersebut.

Kapolsek Sirimau Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKP WB Minanlarat menjelaskan tas mencurigakan tersebut telah diamankan unit penjinak bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Polda Maluku.

“Tas mencurigakan yang diduga berisi bom itu telah diamankan unit Jibom Gegana Brimob dan telah dievakuasi ke Mako Brimob untuk diurai,” jelasnya kepada media ini tadi.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balik di pundak ini mengungkapkan kronologis peristiwa ini berawal saat 6 orang petugas Satpol PP Pemkab Ambon sementara melaksanakan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima di depan Hotel Wijaya II Kelurahan Rijali Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Saat pelaksanaan tugas seorang anggota Satpol PP Empi Lesbata, 43 tahun mendapatkan informasi dari seorang juru parkir bahwa ada seorang pemuda (Pelaku-red) yang sementara memegang benda mencurigakan berupa bom.

Mendapat informasi tersebut, Lesbata meresponnya dan mengejar pelaku yang di curigai hingga ke depan Cafe Hatukau di kawasan Pantai Mardika. Saat berpapasan dengan pelaku, anggota Satpol PP tersebut langsung meminta agar pelaku segera meletakan benda yang dipegangnya yaitu satu buah pipa besi di atas meja yang sementara di pegang oleh pelaku. Lesbata juga memerintahkan pelaku untuk membuka isi tas bahu yang sementara di bawanya. Saat pelaku hendak menurunkan tas bahunya, tak disangka pelaku langsung melarikan diri. Aksi saling kejar pun terjadi dimana sejumlah anggota Satpol PP mengejar pelaku. Namun pelaku cepat menghilang dan tak terkejar.

Selanjutnya, Lesbata selaku komandan tim Satpol PP memerintahkan seorang anggotanya RONAL de FRETES untuk segera membawa benda tersebut bersama dengan tas bahu milik pelaku ke Pos Piket Sat Pol PP Kota Ambon yang berlokasi di Terminal A1 Mardika untuk di amankan.

“Benda mencurigakan dan tas tersebut kemudian diamankan ke pos piket Satpol PP sekitar pukul 09.30 WIT,” ujar Kapolsek Sirimau.

Minanlarat juga menambahkan dari keterangan seorang pedagang di Pasar Mardika, Hj. Rokia, 55 Tahun, menerangkan bahwa sekitar pukul 08.15 WIT, bertempat di Pasar Hatukau tepatnya di samping Cafe Hatukau saksi melihat Pelaku memegang pipa besi berukuran kecil.

“Saksi sempat bertanya kepada pelaku benda apa yang dipegangnya, dan pelaku menjawab besi serta berjalan meninggalkan saksi ke arah Cafe Hatukau,” terangnya.

Sekitar pukul 10.15 WIT sejumlah personil Kepolisian Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease serta Polsek Sirimau tiba di TKP. Mereka langsung mengamankan lokasi tersebut dari kerumunan warga yang sementara melakukan aktivitas di sekitar TKP.

Kemudian pada Pukul 11.00 Wit. Unit Jibom Gegana Brimob Polda Maluku di bawah Pimpinan Panit I Jibom Ipda FERINAND AP tiba di TKP dan langsung melakukan deteksi pada benda.

Setelah mendeteksi benda tersebut, nampak seorang personil unit Jibom dengan pakaian anti ledakan bom berjalan menuju tempat benda mencurigakan. Ia kemudian mengambil benda tersebut dan membawanya menuju mobil yang dilengkapi tabung pengaman. Benda mencurigakan tersebut kemudian diamankan ke dalam tabung pengaman. Demikian pula tas merah milik pelaku juga diamankan ke dalam tabung pengaman. Selanjutnya benda-benda mencurigakan ini dibawa ke Mako Sat Brimobda Maluku untuk di urai.

Sekitar pukul 11.26 WIT situasi Terminal A1 Mardika terpantau aman terkendali serta aktivitas masyarakat kembali normal seperti biasanya.

Comments

comments

News Feed