oleh

FSI Meminta Untuk Tidak Terprovokasi Soal Beredarnya Hoax 212

Penulis : Halim 

Berantas.co.id -Jakarta – Di era digital sekarang ini, kita tidak bisa asal percaya dengan keterangan ataupun gambar di dunia maya.

Dari banyaknya kasus mengenai gambar hoax, kini hoax berupaya menyerang gerakan 212 yang kini viral dan ramai diperbincangkan, yaitu berawal dari kisruh masalah rekom bursa pemilihan bakal Calon Gubernur (Cagub) Jatim, dimana terdapat foto La Nyalla Matalitti dengan keterangan bahwa akan menggerakan Alumni 212 untuk dukung Jokowi di Pilpres mendatang (gerakan 212-red). 

Atas beredarnya foto tersebut telah mendapat respon dari Forum Syuhada Indonesia (FSI). Melalui pesan releasenya Dewan Penasehat FSI Ir. Arief Ikhsan menjelaskan, “foto tersebut adalah hoax, memang banyak beredar dan viral foto itu, namun itu adalah upaya para cebonger untuk memecah belah gerakan ummat Islam,” katanya, Senin (15/01/18).

Alumni Gerakan 212 tak pernah ikut campur dengan urusan perpolitikan, saya berkeyakinan gambar tersebut sengaja dibuat oleh kaum ‘kecebong’ berupaya memecah belah ummat.

“Persoalan La Nyalla itu kan persoalan Internal antara beliau selaku Kader dan Ketua Umum Partai Gerindra. Jika kami melihat secara objektif, bahwa keduanya adalah korban dari sistem demokrasi liberal dan kebablasan ini, yang kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang yang hanya mencari keuntungan diantara hubungan mereka berdua.

Jadi saya harap kepada seluruh ummat Islam, terutama Alumni 212 untuk tidak terprovokasi dan ikut memviralkan foto hoax yang dibuat oleh para kecebong tersebut.

Pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.”

Comments

comments

News Feed