oleh

Kejagung Tahan Tri Wiyasa, Belasan Wartawan Terkecoh di Gedung Bundar

Penulis : Irfan 

Berantas.co.id – Jakarta. Entah disengaja atau tidak, upaya penahanan tersangka dugaan korupsi pembangunan Bank Jabar Tower yang berkantor di Jalan Gatot Subroto Kaveling 93, Jakarta Selatan, Tri Wiyasa, Rabu (17/1) malam sempat mengecoh puluhan wartawan.

Pasalnya, penahanan tersangka Tri Wiyasa itu terkesan dilakukan secara diam-diam oleh tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dengan cara mengelabui wartawan yang telah menunggu sejak pukul 15.00 WIB, sedangkan penahanan dilakukan pukul 22.45 WIB.

Tri Wiyasa adalah Direktur Utama PT Comradindo Lintasnusa Perkara (CLP) dan sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tri Wiyasa yang didampingi penyidik berjalan kaki sekitar 100 meter ke arah gerbang Gedung Kejagung, sedangkan kendaraan tahanan tidak membawa tersangka dan hanya diisi pengemudi.

Namun tepat di depan Gedung Pusat Pemulihan Aset (PPA) tersangka dan penyidik langsung menaiki mobil itu ke Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Bahkan tersangka tidak mengenakan rompi merah muda sebagaimana umum dikenakan mereka yang akan ditahan.

“Sekali lagi kami mohon maaf, kami akan mengevaluasi atas kejadian ini. Kalau ada pelanggaran akan kita beri sanksi. Saya yang bertanggung jawab,” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus, Warih Sadono kepada wartawan, Kamis (18/1).

Pengecohan terhadap wartawan, sebelumnya terjadi saat pembantaran tersangka dugaan korupsi Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) Edward Seky Soeryadjaya dan baru diketahui setelah satu pekan dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

Alasan pembantaran Edward karena dia jatuh di kamar mandi Rutan Salemba Cabang Kejagung, selain karena dia memiliki penyakit darah tinggi dan jantung. Hingga akhirnya Edward dimasukkan kembali ke rumah tahanan.

Meski demikian, Jampidsus, Adi Toegarisman membantah adanya kesengajaan dalam melakukan penahanan tersangka Tri Wiyasa. “Tidak ada (rekayasa) itu, saya kira kalian (wartawan) sudah pada tahu,” tegas Adi. Oisa

Comments

comments

News Feed