Kejari Labuhanbatu Tetapkan Tersangka Dugaan Pengadaan LPJU Korupsi Proyek Senilai 8,7 Milyar

oleh -59 views

Penulis: Oktavianus SH

Keterangan Foto: Salah satu Lampu Jalan yang terdapat di Labuhanbatu

Berantas.co.id, Labuhanbatu – Setelah melalui tahapan proses penyelidikan panjang dari tahun 2014 lalu, akhurnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu sudah menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi Proyek Pengadaan dan Pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2013-2015 senilai total Rp 8,7 milar.

Namun kendatipun demikian, pihak penegak hukum ini belum bisa menyebutkan nama tersangka. Demikian dikatakan Kajari Labuhanbatu Setyo Pranoto SH melalui Kasi Pidsus Muhammad Husairi SH kepada Wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (28/11/2017) malam, di Kantor Kejari Labuhanbatu Jalan SM Raja Rantauprapat.

“sudah kita tetapkan siapa tersangkanya,  tapi belum bisa menyebutkan siapa nama tersangka,” katanya.

Muhammad Husairi menjelaskan, Perkara Dugaan Korupsi itu sudah meningkat status penyelidikannya. Dari penyelidikan naik jadi kepenyidikan.

Dia juga mengakui, saat ini pihaknya telah memanggil pihak-pihak terkait dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk dimintai keterangan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi LPJU itu. Termasuk pihak PLN, telah dimintai keterangan untuk perbandingan harga bahan, seperti Biaya Pengadaan Tiang, Travo, Kabel, Bola Lampu dan Biaya Pemasangan, ungkap Husairi.

Informasi yang dihimpun fari berbagai sumber menjelaskan, Proyek Pemasangan Jaringan Lampu Penerangan Jalan Umum ini terdairi dari 8 kontrak pada 8 titik sejak Tahun Anggaran (TA) 2013 hingga 2015 dengan total anggaran Rp. 8,7 Miliar.

Pada TA 2013 ada 5 titik atau 5 paket proyek, misalnya pemasangan jaringan LPJU di Jalan H Adam Malik senilai Rp. 3,9 Milyar yang terdapat di Lingkungan VII Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir senilai Rp. 990,9 juta, di Aek Nabara Bilah Hulu senilai Rp. 609 juta, di Jalan Dewi Sartika – Perumahan Urung Kompas senilai Rp. 323 juta dan di Jalan Sirandorung-Pasar Gelugur senilai Rp.662,5 juta.

Kemudian, TA 2014 ada 1 paket Pemasangan Jringan LPJU di Jalan Urip Sumodiharjo dan Jalan KH Ahmad Dahlan senilai Rp. 638,8 juta.

TA 2015 ada 2 paket, yakni Pemasangan Jaringan LPJU di Jalan Umum Telaga Suka Kecamatan Panai Hilir senilai Rp. 856,5 juta dan di Jalan Umum Desa Sei Sanggul dan Dusun 7 Desa Sidorukun Kecamatan Panai Hilir senilai Rp. 734,3 juta.

Terkait dugaan korupsi tersebut, pihak Pidsus masih memeriksa pihak-pihak terkait di lantai II Kantor Kejari tersebut.

“Kami masih memeriksa,” jawab seorang anggota Tim Pidsus ketika ditanya terkait pemeriksaan terhadap pihak ULP masa 2013-2015.

Walaupun sudah menetapkan tersangka, namun pihak Kejari Labuhanbatu belum melakukan penahanan terhadap tersangka.

Comments

comments