oleh

LP3K-RI: Budaya Korupsi Lahir Dari Rahim Syetan

Penulis: Opan

Berantas.co.id, Jakarta – Bambang Yudi Baskoro, Ketua Umum LP3K-RI berikan Award dihari anti korupsi sedunia beberapa hari lalu. Kata ia saat dijumpai awak media di Jakarta, Senin (11/12), Korupsi sudah menjadi budaya yang lahir dari rahim Syetan.

“Kita harus berikan apresiasi terburuk pada koruptor di Republik ini, bahwa lahirnya Budaya korupsi telah membuat bangsa kita hancur. Itulah Award ini kami berikan ke mereka sebagai lahirnya Budaya korupsi yang keblenger.” tegas Bambang.

Lanjut Bambang, Korupsi di Indonesia saat ini cenderung mewabah dikalangan penguasa yang kerap ditemui di berbagai ornamen pemerintahan maupun legislatif. Hal itu terus berkembang seperti jamur, hingga sulit dikendalikan. Uniknya, sekarang penguasa “dikuasai dan dikendalikan” oleh para cukong. Aset negara dialih kepemilikan ke tangan pihak asing dengan alasan keterbelakangan pemikiran negara yang kuno oleh penguasa. Hal tersebut secara langsung mempersilahkan kaum kapitalis menguasai bangsa Indonesia.

Sebagai Lembaga Penyelidikan Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI), ikut andil dan fokus pada hal hal krusial penyelewengan anggaran Negara. Demikian ditegaskan Maimunah Anabanu, Ketua Panitia Pelaksana Hari Anti Korupsi (HAK) se Dunia dari INFOKOM DKI Jakarta.

“Legislatif maupun executive memang harus di pantau, diawasi, dan dikritik tentang keluar masuknya keuangan Negara. Karena korupsi telah mendapatkan award sebagai budaya baru para korupter.” Ucap Muna.

Seperti keterangan persnya pada Jum’at, 01 Desember 2017 di Kantor Sekretariat Panitia Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia, Jl.R.M.Harsono No.1, Ragunan, Jakarta Selatan bahwa “Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin melarat. Evolusi korupsi berorientasi tak lagi hanya pada nilai mata uang, aset dan property bangsa dijadikan barang dagangan, pengolahan dialihkan kepada pihak swasta yang notabennya adalah pihak asing. Bukankah evolusi korupsi di Indonesia saat ini sudah sangat meresahkan?” tegas Maimunah menanggapi evolusi korupsi yang semakin hari semakin menjadi hantu.

LP3K-RI sebagai salah satu lembaga yang terus konsisten mengawal penyelidikan pemantauan dan pemberantasan korupsi di Tanah Air, tahun ini bekerjasama dengan salah satu organisasi pemuda Infokom DKI, akan memperingati Hari Anti Korupsi 2017 dengan mengusung Tema Pemuda Anti Korup MENGGUGAT KORUPTORGENERASI “Me-Cin”.

“Kami mendapat kepercayaan dari pengurus LP3K-RI untuk menyelenggarakan kegiatan yang diperingati seluruh penggiat Anti Korupsi di dunia ini.” tambahnya.

Menurut Maemunah, persoalan korupsi marak dikumandangkan banyak media massa, baik lokal, nasional, maupun internasional membicarakan persoalan korupsi. Pembicaraan yang berkembang adalah penyalahgunaan wewenang jabatan resmi untuk keuntungan pribadi atau kelompok dengan dasar politik kekuasaan. Isu korupsi didefenisikan sebagai salah satu tindak pidana yang harus dicegah, dihindari dan diberantas.

Mendukung pernyataan tersebut, Sekretariat Jenderal LP3K-RI Murdani mengatakan “Banyak aset negara yang telah di jual maupun di gadaikan kepada pihak swasta salah satunya yang harus kita kawal ialah Bank – Bank BUMN yang di gadaikan kepihak asing dengan… karena kita sama-sama tahu bahwa Bank BUMN ini berkontribusi mencapai 35% di dunia perbankan Indonesia, jika tidak ada tindak lanjut dari pemerintah kemungkinan besar kita akan kehilangan Aset berharga lagi”.

Sesuai dengan komitmen pemerintah tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (PPK) nasional, dalam rangka mewujudkan negara bersih dan berwibawa. Maka LP3K-RI menjadikan moment ini sebagai agenda tetap tahunan sekaligus memperingati Hari Anti Korupsi Se-Dunia setiap tanggal 9 Desember.

“Ikon “Pemuda Anti Korup”, adalah sebuah trade mark yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, sehingga kami berharap peran pendidikan pemuda dapat berjalan dengan baik, sebagai aspek awal sadar akan buruknya dampak korupsi. Dari itu semua maka maksud dan tujuan acara yang akan kami lakukan adalah untuk membentuk dan mensosialisasikan peran dasar fungsi keluarga sebagai pendidik pembentuk karakter dan etika,” tutup Murdani.

Comments

comments

News Feed