oleh

Mobil dan HP Dera Raib, Benarkah Usai Digauli Lalu Dihabisi dan Mayat Dibuang ?

Penulis : Supriyadi 

Berantas.co.id – Boyolalai. Fakta penyelidikan polisi menunjukkan bahwa mobil Honda Jazz dan handphone Dera Derawanti Dirgahayu (38) raib alias tidak ada di tempatnya.

Setelah berhasil mengindifikasi korban (mayat) di sebelah selatan Waduk Cengklik dalam kondisi tanpa busana hanya ditutup kain dan kardus di mukanya, Polres Boyolali langsung bergerak mendatangi rumah korban untuk olah TKP. 

Dera, mayat tersebut, diduga korban pembunuhan atau perampokan. Dera teridentifikasi sebagai warga kelahiran Salatiga, tempat tinggal di Tembalang Semarang namun menempati rumah di Perum Sawahan Indah 4, Ngemplak, Boyolali. Dera dikenal sebagai karyawan BPR di Colomadu.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi membenarkan bahwa mayat perempuan tanpa busana yang ditemukan di Waduk Cengklik itu adalah Dera Dewanti Dirgahayu (38) warga Perum Sawahan Indah 4, Ngemplak, Boyolali. 

“Benar, Perum Sawahan Indah 4, RT 01 RW 10. Korban ini bekerja di BPR di Colomadu. Senin malam langsung kami olah TKP di rumahnya,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi.

Aries menjelaskan pihaknya juga telah melakukan olah TKP dan jenazah Dera segera dilakukan autopsi.

Olah tkp di rumahnya tersebut, ia menjelaskan perlu dilakukan agar mengetahui apakah korban dibunuh di Waduk Cengklik atau di rumahnya.

“Kalau dari yang ada di kamar korban, ditemukan seperti jejak-jejak berhubungan badan. Sedangkan di ruangan lain tak ada yang berantakan,” papar Aries.

Hanya saja ia memaparkan kendaraan dan alat komunikasi korban ini hilang bersamaan dengan kematian korban.

Aries menduga motif pelaku adalah pembunuhan disertai perampokan.

Honda Jazz warna silver dan handphone Dera ini hilang.

Beberapa saksi mengatakan, Senin dinihari sekitar pukul 00.30 WIB ada Honda Jazz keluar dari rumah Derah di Ngemplak Boyolali. Tetangga mengatakan dan melihat demikian.

“Kami berasumsi bahwa korban ini sudah meninggal saat Honda Jazz ini keluar, dibawa pelaku,” terang AKBP Aries.

Dari hasil autopsi, Dera meninggal karena kehabisan oksigen.

Pasalnya, ada luka jeratan di leher yang diduga dilakukan dengan menggunakan tali tas. Sebagaimana saat mayat Dera ditemukan, dalam kondisi leher terjerat tali tas warna coklat dan mulut disumpal kain.

Beberapa saksi tetangga korban di Ngemplak dimintai keterangan oleh polisi.

“Kami menduga pelaku adalah orang yang sangat dekat dengan korban, dan tahu seluk beluk rumah korban,” papar Aries.

Lebih jauh ia memaparkan selama hidup Dera ini jarang berinteraksi dengan tetangga di perumahan tersebut. Pintu rumah korban di Ngemplak ini juga hampir jarang terbuka.

“Dari keterangan saksi sudah tinggal sendiri selama setahun. Mungkin karena kesibukan jadi jarang bersosialisasi dengan tetangga sebelah,” jelas Aries.

Comments

comments

News Feed