oleh

Pantai Ngliyep sebagai Destinasi Pariwisata, Budaya Larung Sesaji Labuhan Terjaga Kelestariannya

-BUDAYA-134 views

Penulis: Jhon

Berantas.co.id, Ngeliyep Malang – Budaya labuh sesaji merupakan tradisi warga persisir yang masih dijalankan hingga saat ini, khususnya di daerah pesisir laut selatan. Hal ini merupakan bentuk kearifan warga lokal sebagai rasa syukur atas karunia Tuhan.

Faiz Wildan selaku Direktur Utama PD. Jasa Yasa, menjelaskan, bahwa Budaya labuh sesaji juga digelar di Pantai Ngliyep. Salah satu pantai yang masih terjaga keaslian budayanya adalah Pantai Ngliyep, yang lokasinya berada di wilayah Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Masyarakat setempat masih memegang teguh budaya lokal warisan leluhur.

Sebagai buktinya adalah pelaksanaan upacara sakral Larung Sesaji Labuhan Gunung Kombang, yang berlangsung beberapa hari yang lalu, Minggu (3/12/2017).

Menurut Wildan akrab sapaan ya juga menambahkan, pelaksanaan Larung Sesaji telah berlangsung selama 108 tahun, dan masyarakat meyakini bahwa upacara tersebut membawa berkah bagi alam dan manusia.

Kepala Desa Kedungsalam, Misdi, mengatakan “Larung Sesaji ini sudah menjadi tradisi untuk memperoleh keberkahan dari yang kuasa,” jelas pria yang akrab disapa Misdi ini. Ditambahkan, bahwa Larung Sesaji memiliki rangkaian upacara yang berlangsung selama 2 hari, hari pertama, Sabtu (2/12/2017), para pemuka adat melaksanakan ritual semedi malam hari di Rumah Lumbung Desa Kedungsalam.

Selain semedi, para pemuka adat juga menyiapkan sesaji berupa kepala kambing, sate kambing, dan beberapa hasil bumi. Ada yang unik dalam kegiatan tersebut, bahwa wanita tidak diperbolehkan menyiapkan sesaji, jadi hanya kaum pria yang diberi kewenangan mempersiapkan bahan sesaji.

“Sudah menjadi kepercayaan turun temurun, bahwa wanita tidak bisa dilibatkan untuk mempersiapkan sesaji di Rumah Lumbung,” imbuh Misdi.

Selain semedi dan mempersiapkan sesaji.
PD Jasa Yasa selaku pengelola Pantai Ngliyep juga menggelar pentas wayang sebagai bentuk menjaga kelestarian budaya yang adiluhung, dan dihadiri ribuan pengunjung, kata Muhammad Nuh selaku Direktur Usaha PD. Jasa Yasa.

Di hari H pelaksanaan, Minggu (3/12/2017), jelang Larung Sesaji Labuhan Gunung Kombang, pemuka adat mengawalinya dengan ritual Gedruk Alu sebagai tanda pelepasan arak – arakan rombongan pemikul sesaji, dengan rute pemberangkatan Balai Pertemuan Pantai Ngliyep menuju Gunung Kombang.

Acara tersebut berjalan lancar dan aman, hal ini karena kerjasama pengamanan antara jajaran kepolisian dari Polsek serta TNI Koramil Donomulyo.

Di tempat yang berbeda Kapolsek Donomulyo AKP Sardikan, bersyukur seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Begitu juga Danramil Donomulyo Kapten Suwarno, senada menyampaikan hal yang sama bahwa acara Budaya Larung Sesaji telah berjalan dengan baik. Hal ini berkat kerjasama yang baik antara Polsek, Koramil, Pemerintah Kecamatan, PD. Jasa Yasa dan masyarakat.

Begitu juga Made Arya Wedhantara selaku Kamis Pariwisata Kabupaten malang, mengatakan “Alhamduilah kegiatan ini berjalan sesuai dengan rencana, semuanya berjalan lancar dan tertib, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Malang mengajak warga Malang raya tidak hanya berjubel di mall, mari berbondong-bondong untuk berefreshing ke pantai,” katanya.

Ia mengajak warga untuk berlibur ke pantai yang ada di Kecamatan Donomulyo. Diantaranya pantai Ngliyep, Pasir panjang, Gondang Bandung, Kondang iwak, Jonggring saloko dan Bukit Waung wisata Dirgantara paralayang, dan pantai Modangan.

“Cuaca juga mendukung, cerah dan tidak ada tanda-tanda akan turun hujan. Sehingga acara demi acara bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh panitia.

Comments

comments

News Feed