oleh

Polres Ambon Ungkap Penimbunan 8 Ton Material Cinnabar

Penulis: Imanuel Alinan

Berantas.co.id, Ambon– Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Ambon nampaknya mulai berubah fungsi. Fasilitas pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi aktivitas perikanan ini berubah menjadi tempat penampungan material tambang ilegal. PPI yang terletak di dusun Eri Desa Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon ini menjadi lokasi penampungan material cinnabar ilegal.

Pada Jumat, 1 Desember 2017 sekitar pukul 20.00 WIT, sejumlah anggota polisi dari Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dan Polsek Nusaniwe menggerebek lokasi ini karena disinyalir menampung material cinnabar ilegal. Setelah digeledah, pada salah satu coldstorage milik PT Samudera Timur Semanggi Nusantara, polisi menemukan sebanyak 269 karung pasir material cinnabar dengan berat total mencapai 8.079 kg.

Dari kasus ini, polisi mengamankan tiga orang yaitu Sugiyono pemilik material cinnabar, Bintang Kusuma Negara alias Bintang selaku pemilik coldstorage PT Samudera Timur Semanggi Nusantara dan Nasarudin Sopaheluwakan yang berperan membeli material cinnabar dari lokasi tambang di Gunung Tembaga Desa Iha di Kabupaten Seram Bagian Barat. Selanjutnya ketiga orang ini digelandang ke Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk menjalani pemeriksaan.

Selain 269 karung material cinnabar, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa 1 timbangan duduk, 1 mesin jahit, serta ratusan karung kosong yang telah dijahit.

“Memang benar, tadi malam kita temukan lokasi penampungan material cinnabar di dalam salah satu coldstorage atau tempat penampungan ikan di Pelabuhan Pendaratan Ikan di Dusun Eri Kecamatan Nusaniwe. 3 orang kita amankan dengan barang bukti 269 karung material cinnabar,” ungkap Kasatreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKP Teddy kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Sabtu, 2 Desember 2017.

Jebolan Akademi Kepolisian tahun 2008 ini beberkan rencananya ratusan karung material cinnabar ini akan diselundupkan keluar Maluku dengan tujuan Batam, Kepulauan Riau.

Kronologis pengungkapan kasus ini beber Teddy berawal saat Jumat, 1 Desember 2017 malam, sejumlah anggota Polsek Nusaniwe melakukan patroli rutin di wilayah hukum Polsek Nusaniwe. Saat melintas di sekitar kawasan PPI di Dusun Eri, regu patroli melihat adanya tumpukan karung yang mencurigakan di pantai kawasan PPI Perikanan Ambon. Regu patroli langsung turun melalukan pengecekan. Anggota curiga dan menduga tumpukan karung berisi pasir itu merupakan material cinnabar.

Temuan ini kemudian dilaporkan Kapolsek Nusaniwe Iptu Sally Lewerissa ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Tim buru sergap (Buser) Polres Ambon yang dipimpin Kasatreskrim AKP Teddy langsung menuju ke TKP. Setelah tiba dan melakukan pemeriksaan, mereka temukan sebanyak 269 karung material cinnabar dengan berat total 8.079 kg.

“Dari hasil pemeriksaan awal diketahui material cinnabar ini milik salah seorang pengusaha bernama Sugiyono (45 tahun) yang didatangkan dari gunung Hatu Tembaga, di Desa Iha Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),” terang Teddy.

Perwira Polisi dengan pangkat tiga balik di pundak ini menjelaskan untuk mendapat material cinnabar ini, Sugiyono memberikan uang sebesar 500 juta rupiah Nasarudin Sopaheluwakan alias Yofan, untuk membeli pasir cinnabar dari para penambang di Gunung Hatu Tembaga, Desa Iha. Dalam tugasnya Nasarudin dibantu oleh Alexsander Risakota dan Yofin Latukolan.

Selanjutnya hasil pembelian material cinnabar diangkut dari lokasi tambang melalui jalur laut menggunakan speedboat menuju ke pantai PPI dusun Eri, Kecamatan Nusaniwe. Untuk menghindari dan mengelabui aparat kepolisian, Sugiyono bekerja sama dengan Bintang Kusuma Negara pemilik PT Samudera Timur Semanggi Nusantara. Material cinnabar kemudian disembunyikan dan ditimbulkan di coolstorage PT Samudera Timur Semanggi Nusantara di lokasi PPI milik Dinas Perikanan Kota Ambon.

Teddy tambahkan untuk proses hukum selanjutnya ditangani Ditreskrimsus Polda Maluku. Pada Sabtu, 2 Desember 2017 Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menyerahkan 3 tersangka tersebut bersama barang bukti ke Ditreskrimsus Polda Maluku untuk proses hukum selanjutnya.

Perbuatan 3 tersangka ini melanggar pasal 158 dan atau pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara dengan ancaman hukuman 20 penjara.

Cinnabar merupakan bahan baku pembuatan cairan mercuri yang berfungsi untuk memisahkan emas dari material lainnya.

Comments

comments

News Feed