oleh

Polres Depok Tetapkan Delapan Tersangka Pejarah Toko Pakaian

Penulis : Halim

Berantas.co.id – Depok. Polisi menetapkan delapan orang tersangka kasus penjarahan toko baju di Depok. Mereka adalah AB (18), EAF (18), AP (20), AG (16), AF (17), BL (16) dan YF (17). 19 Orang dipulangkan karena tidak terbukti terlibat penjarahan.

Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Putu Kholis Aryana menyampaikan geng motor terbagi dalam tiga kelompok, Geng Jembatan Mampang (Jepang), Geng Rawamaya Beji Rasta (RBR) dan Geng Manusia Tahan Dobrakan (Matador).

“Geng ini selalu mempersenjatai diri dengan benda tajam. Tujuannya untuk menakuti korban agar aksinya mulus,” ujar Putu Kholis Aryana, Selasa (26/12/2017).

Para berandalan bermotor ini ternyata sudah beberapa kali melakukan tindakan kriminal. Sebelum melancarkan aksinya di Jalan Sentosa, mereka juga sudah membuat ulah di kawasan Sawangan dan Limo, Depok.

“Di Sawangan, mereka beraksi Kamis malam. Kemudian berlanjut Jumat dini hari di Limo. Pada Minggu dini hari baru mereka beraksi di Sukmajaya,” kata Putu.

Di geng motor Jembatan Mampang (Jepang) yang ditangkap terdapat tiga wanita yang memiliki peranan sentral. Ketiganya bertugas merekrut anggota baru. Perekrutan dilakukan melalui media sosial.

“Peran ketiga wanita ini dominan. Mereka melakukan perekrutan geng baru melalui medsos,” papar Putu.

Selain itu, saat beraksi pun ketiganya terlihat dalam rekaman CCTV di toko baju. Mereka ikut melakukan pencurian dan pengancaman. “Sehingga kita lakukan penahanan terhadap mereka,” tuturnya.

Ketiganya juga menjadi pemikat agar anggota geng baru mau bergabung. “Bisa dikatakan mereka pemanis di geng ini,” ucapnya.

Inisial tiga wanita ini adalah BL, AF dan YF. Satu dari tiga wanita itu diamankan pada Minggu di kawasan Pancoran Mas, bersama 23 pelaku lainnya di kontrakan dan bengkel. Dua lainnya diamankan pada Senin (25/12) di kontrakan daerah Pancoran Mas, Depok.

Comments

comments

News Feed