oleh

Subdit Ranmor Meringkus Sindikat Penjual Dolar Palsu

Penulis : halimĀ 

Berantas.co.id – Jakarta. Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus lima orang pelaku peredaran
uang dollar palsu pecahan 100 US dollar sebanyak 3 ribu lembar.
Kasus ini terungkap saat penyidik Subdit Ranmor meringkus AS (60) dan DP (33) saat ingin bertransaksi dengan pelaku lain di depan sekolah menengah pertama (SMP) di kawasan Serpong Raya, Tangerang Selatan, Kamis (18/1/2018).

“DP dan AS akan menjual dolar palsu kepada seseorang yang kemudian ditangkap. Ada 3000 lembar (Dolar AS palsu) yang dia bawa,” jelas Kabid humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (1/2/2018).

Menurut Argo, kedua tersangka mengaku hanya disuruh oleh pelaku berinisial YM (59) yang merupakan pemilik uang dolar AS palsu tersebut.

“Lalu dikembangkan ternyata AS dan DP ini dia hanya perantara sedang uang milik YM. Ym menyuruh keduanya untuk menjualkan,” tutur argo.

Argo menyampaikan, apabila dilihat secara kasat mata, uang dolar palsu ini memang persis dengan uang asli. Apabila 3 ribu lembar uang palsu itu dikonversikan ke mata uang rupiah bisa mencapai Rp3,9 miliar.
“Sama (dengan dolar AS asli), ada namanya pita uang juga uang (palsu) ini. Lalu gambarnya juga enggak pudar,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, motif para tersangka menggunakan upal untuk melakukan penipuan investasi.

“Dia pakai untuk menipu investasi, penggandaan uang juga, nah kan orang awam nggak tahu kalau itu uang palsu,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian meringkus YM saat berada di rumah kontrakannya di kawasan Cibodas Sari, Cibodas, Tangerang. Kepada polisi, YM mengaku mendapatkan uang dolar AS palsu itu dari pelaku bernama Ida (56).
“Setelah YM ditangkap, ternyata upal ini berasal dari Ida.

“Tersangka mengaku membeli uang 3.000 lembar tersebut dari tersangka IS seharga Rp 16 juta,” kata Argo.

Tak lama kemudian, Ida diringkus polisi di kediamannya di kawasan Cilangkap, Lumpang, Parung Panjang, Bogor.

Menurut Argo, Ida menjual uang dolar palsu itu kepada tersangka YM dengan sistem putus. Bahkan, peredaran upal ini hanya dilakukan secara personal antara pemilik dan pembeli.
Dari keterangan Ida, polisi kemudian menangkap lagi pelaku lain berinisial R. kawasan Kaserengan, Ciruas, Serang, Banten, Selasa (23/1/2018).

Argo menerangkan, uang palsu dari sindikat ini berasal dari pelaku O yang masih diburu polisi.

“R mengaku mendapatkan uang dari tersangka O yang saat ini masih DPO, masih kami kejar,” tuturnya.

Argo menambahkan, polisi saat ini masih mendalami soal asal usul dari pembuatan uang dolar AS palsu ini. Polisi juga masih menyelidiki apakah peredaran upal ini sudah sampai ke luar daerah atau tidak.

Atas kejahatan yang dilakukan, kelima tersangka ini dijerat Pasal 245 KUHP tentang Pemalsuan Mata Uang dengan ancaman hukuman lima belas tahun penjara.

Comments

comments

News Feed