oleh

Subdit Resmob Berhasil Menangkap Sindikat Penipuan dengan Modus Pinjaman Modal

Penulis : halim 

Berantas.co.id – Jakarta. Sudit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil meringkus sindikat penipuan nasabah diantaranya AR (47), MA (45), M (47), HB (47), W (47), dan JE (43) yang telah berhasil membawa kabur uang korbannya V (30), seorang pengusaha sawit sebanyak Rp 5 miliar dalam bentuk uang dolar sebanyak USD 368.000.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berawal dari dua laporan korban yang masuk ke Polda Metro Jaya, di ketahui sindikat ini beraksi dengan mengiming-imingi korbannya bisa memberikan pinjaman modal yang jumlah tidak sedikit, yakni 500 milar rupiah.

Untuk bisa mencairkan pinjaman uang sebanyak 500 millar, para pelaku memberikan syarat kepada korbannya agar memberikan uang muka pinjaman tersebut yang harus di serahkan korban kepada sindikat tersebut sebesar 1% dari 500 miliar, yakni sebesar Rp 5 milliar.

“Akhirnya korban percaya dan menyerahkan uang 368.000 USD kepada pelaku, senilai dengan 5 miliar rupiah. Setelah transaksi, sindikat tersebut kabur dan masing-masing anggota tidak bisa di hubungi” tutur Ade di Polda Metro Jaya, Selasa (23/1/2018).

Korban diketahui seorang pengusaha proyek perkebunan sawit dan pabrik kelapa sawit di kawasan Jambi yang tinggal di Jakarta melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.

Kemudian Polisi bergerak melakukan pencarian, para pelaku yang di ketahui berjumlah enam orang yang diringkus di lokasi berbeda.

“Ada yang ditangkap di Cianjur, Pekan Baru, Depok dan di Jakarta. Semua di tangkap dalam 2 minggu, sejak di terimanya laporan 14 Desember 2017 dan ditangkap 28 Desember 2017,” Jelas Ary.

Di awal pengungkapan, informasi di ketahui polisi berdasarkan keterangan saksi korban, bahwa pada awalnya korban mempunyai proyek Perkebunan Sawit dan Pabrik Kelapa Sawit di wilayah Jambi dan butuh tambahan modal atau pendanaan pinjaman.

Sementara korban dan pelaku bertemu di Jakarta berdasarkan data polisi, keduanya bertemu saat bulan Juni 2017 yang kemudian korban dan pelaku berkomuninkasi secara intens.

“Pertemuan korban dan sindikat penipuan tersebut berawal dari salah seorang pelaku berinsia AW bertemu dengan korban di sebuah Mall di Jakarta “ tutur Ade.

Salah seorang pelaku AW ini spesialis bertugas mencari calon korban yang menbutuhkan pinjaman uang dalam jumlah besar di lokasi perbelanjaan di Restoran mewah di Jakarta. Kemudian bertemulah sindikat ini dengan salah seorang pengusaha kaya.

“Kemudian terjadilah penyerahan uang dari korban ke sindikat penipu, karena sindikat ini menjanjikan uang sebesar 500 milliar rupiah dalam bentuk dolar, yang merupakan syarat pencairan uangnya” jelas Ade.

Usai mendapatkan uang dollar sebesar USD 368.000, para pelaku kabur.

Para pelaku dijerat dengan pasal penipuan dengan ancaman hukuman 378 KUHP dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Comments

comments

News Feed