<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asmara dan Uang Dibalik Kaburnya Narapidana Narkotika &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/asmara-dan-uang-dibalik-kaburnya-narapidana-narkotika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Dec 2018 23:59:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>
	<item>
		<title>Asmara dan Uang Dibalik Kaburnya Narapidana Narkotika</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/asmara-dan-uang-dibalik-kaburnya-narapidana-narkotika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2018 23:59:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Asmara dan Uang Dibalik Kaburnya Narapidana Narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.berantas.co.id/?p=4706</guid>

					<description><![CDATA[Penulis : bryan Berantas.co.id, Jakarta &#8212; Satu orang warga binaan yang menempati <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/asmara-dan-uang-dibalik-kaburnya-narapidana-narkotika/" title="Asmara dan Uang Dibalik Kaburnya Narapidana Narkotika" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : bryan</p>
<p><a href="http://www.berantas.co.id/go/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0000.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-medium wp-post-4706 wp-image-4707" src="http://www.berantas.co.id/go/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0000-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Berantas.co.id, Jakarta &#8212; Satu orang warga binaan yang menempati Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang kabur pada Jumat (7/12/2018).</p>
<p>Berendus kabar dibalik kaburnya warga binaan Rutan Cipinang tersebut ada bantuan dari seorang perempuan pegawai Rutan Cipinang.</p>
<p>Hingga saat ini, Muhamad Said, warga binaan yang kabur, masih dalam pengejaran petugas.</p>
<p>Muhamad Said merupakan narapidana kasus narkotika.</p>
<p>Kepala Rutan Cipinang, Oga G Darmawan, mengatakan, kaburnya Said diduga usai menjalani persidangan.</p>
<p>Said hingga saat ini masih menjalani proses persidangan dan belum dijatuhi vonis.</p>
<p>&#8220;Dia (Said) ini ditangkap karena kasus narkotika. Saat ini masih menjalani persidangan dan bila selesai dikembalikan lagi ke rutan,&#8221; kata Oga, Minggu (9/12/2018).</p>
<p>Oga mengatakan, kaburnya satu narapidan Rutan Cipinang berawal ketika petugas rutan melakukan penghitungan terhadap napi yang ada di dalam rutan.</p>
<p>Saat proses penghitungan selesai hanya Ada 4.125 narapidana. Padahal jumlah seluruhnya ada 4.126, meskipun sudah dihitung ulang hasilnya tetap sama.</p>
<p>&#8220;Saya juga ikut masuk ke dalam sel untuk ikut menghitung ulang, dan memang kurang satu orang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mengetahui ada satu narapidana yang kabur, pihaknya memerintahkan petugas untuk melakukan pencarian di sekitar Rutan Cipinang.</p>
<p>Namun pencarian tersebut tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya meminta bantuan pihak kepolisian.</p>
<p>&#8220;Kami selamin gorong-gorong, pembuangan air sampah, dan kemudian gelanggang belakang juga tidak ada,&#8221; kata Oga.</p>
<p>Setelah anggota kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP,</p>
<p>Kepolisian meminta melakukan pengecekan CCTV. Dari hasil pemeriksan CCTV tersebut didapat titik terang.</p>
<p>Dari rekaman CCTV tersebut diketahui cara Said melarikan diri. Ia kabur usai menjalani persidangan.</p>
<p>Hal itu terlihat ketika Said menaiki Mobil Livina milik oknum pegawai TU berinisial Yun yang akrab dipanggil Ita.</p>
<p>&#8220;Ternyata pegawai TU kami yang membantu pelarian napi tersebut menggunakan Mobil Livina-nya,&#8221; kata Oga.</p>
<p>Sebelumnya pegawai Yun, diketahui oleh Oga, menjalin hubungan asmara dengan napi Said.</p>
<p>Karena kedekatan itulah, belakangan pegawai itu dipindahkan ke bagian tata usaha guna membatasi kedekatan keduanya.</p>
<p>&#8220;Namun dipindahkannya Yun malah membuat dia melakukan aksi nekat dengan membantu napi melarikan diri,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang didapat, Yun selain berpacaran dengan Said, juga dijanjikan uang Rp 2 miliar.</p>
<p>Uang itu akan diberikan bila wanita ini bisa membantu napi kasus narkoba melarikan diri.</p>
<p>&#8220;Sekarang pegawai itu masih menjalani pemeriksaan atas ulah yang dilakukannya,&#8221; ungkap Oga.</p>
<p>Selama ini, kata Oga, kapasitas di Rrutan Cipinang adalah 1.100 orang. Namun, jumlah napi yang ada saat ini dinilai melebihi kapasitas karena lebih tiga kali lipat dari kapasitas yang ada.</p>
<p>&#8220;Jadi sudah kelebihan. Dan kami menampung empat wilayah hukum di Jakarta dan Kepuluan Seribu. Dan pindahan dari Medan,&#8221; katanya.</p>
<p>Oga mengatakan, jumlah anggota yang minim juga jadi kendala untuk menjaga rutan yang sudah melebihi itu.</p>
<p>Terlebih, kekuatan regu jaga mereka hanya 20 orang per-regu yang harus menjaga ribuan orang.</p>
<p>&#8220;Pos atas empat orang, pintu pengamanan depan tiga orang, pintu tengah tiga orang, komandan dan wakil dua orang, sisanya satu orang mengawasi,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
