<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>&#8220;Berbicaralah &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/berbicaralah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Jul 2025 07:11:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>
	<item>
		<title>&#8220;Berbicaralah, jika suaramu lebih indah dari keheningan&#8221;. (Jalaluddin Rumi)</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/berbicaralah-jika-suaramu-lebih-indah-dari-keheningan-jalaluddin-rumi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 07:11:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA["Berbicaralah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[jika suaramu lebih indah dari keheningan". (Jalaluddin Rumi)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=78431</guid>

					<description><![CDATA[Editor redaksi &#160; &#160; &#160; Perburuan &#8220;Senyap&#8221; Investigator Terlatih Oleh: Wahyudi El <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/berbicaralah-jika-suaramu-lebih-indah-dari-keheningan-jalaluddin-rumi/" title="&#8220;Berbicaralah, jika suaramu lebih indah dari keheningan&#8221;. (Jalaluddin Rumi)" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Editor redaksi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perburuan &#8220;Senyap&#8221; Investigator Terlatih</p>
<p>Oleh: Wahyudi El Panggabean*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berantas.co.id, &#8211; Owl Hunting Strategy_ strategi burung hantu berburu tikus_merupakan taktik pemangsa paling mengagumkan di alàm terbuka.</p>
<p>Bayangkan, menurut penelitian, seekor burung hantu (tyto alba) mampu memangsa empat sampai lima ekor tikus setiap malam. Atau seribu ekor lebih tikus dalam setahun.</p>
<p>Inilah perburuan senyap dengan hasil spektakuer. Perburuan hening di kegelapan. Penyergapan dengan presisi tinggi dan terukur. Pengintaian yang teliti. terukur. Tanpa suara kepak sayap, bebas gemuruh. Apalagi teriakan.</p>
<p>Karakter perburuan dalam senyap ini, tampaknya mengilhami Film &#8220;Pale Rider&#8221; (1985). Film koboi yang dibintangi Clint Eastwood, dan sebagai &#8220;Preacher&#8221;, memang digambarkan sebagai sosok yang misterius dan pendiam.</p>
<p>Pale Rider adalah sebuah perpaduan unik antara genre fantasi dan Barat yang menghadirkan cerita yang mendalam dan penuh makna.</p>
<p>Film ini bercerita tentang seorang pendeta misterius yang membantu para penambang kecil melawan seorang pengusaha tambang yang kejam.</p>
<p>Clint Eastwood, yang juga menyutradarai film ini, memainkan peran pendeta yang jarang ngomong, namun tindakannya berbicara lebih keras. Ia berhasil memburu dan membunuh semua penindas dengan strategi senyap, tanpa kata-kata.</p>
<p>Lantas, ia meninggalkan kota dengan diam. Begitu dia menunggang kudanya, ia segera berlalu. Tidak pernah lagi menoleh ke belakang.</p>
<p>Film Pale Rider ini berakhir dengan pesan yang mendalam tentang keberanian, perburuan yang senyap, pengorbanan, dan misteri yang menyelubungi sang Bintang.</p>
<p>Strategi burung hantu berburu tikus &amp; karakter Clint Eastwood dalam Pale Rider, mengundang perhatianku, sebagai seorang yang menekuni profesi wartawan 40 tahun terakhir.</p>
<p>Berburu informasi adalah tugas utama seorang wartawan.</p>
<p>Jika ingin informasi hasil buruan, lebih deskriptif dan mendalam, wartawan mesti melakukan reportase. Istilah &#8220;reportase&#8221; berasal kata &#8220;reportare&#8221; (Latin) artinya: membawa dari suatu tempat.</p>
<p>Teknik reportase mengharuskan wartawan hadir di lokasi peristiwa. Untuk beroleh informasi dengan merekonstruksi peristiwa berdasarkan deskripsi TKP (Tempat Kejadian Peristiwa) serta hasil wawancara dengan saksi mata.</p>
<p>Tetapi, jika informasi yang diburu berada di genggaman seseorang atau sekelompok orang yang berupaya mencengkram informasi itu_untuk melindungi suatu kejahatan_perburuan seorang wartawan mesti menggunakan metode investigasi.</p>
<p>Secara etimologi istilah &#8220;investigasi&#8221; berasal dari kata &#8220;vestigum&#8221; (Latin) artinya: jejak kaki. Dari sejarah kata ini, bisa difahami, prosesi kinerja seorang investigator lebih pada tugas-tugas kerahasiaan.</p>
<p>Defenisinya: &#8220;Jurnalisme investigasi adalah bentuk kegiatan jurnalistik yang berfokus pada penyelidikan dan pengungkapan informasi yang sulit diakses&#8221;.</p>
<p>Artinya, hanya bukti awal dari &#8220;jejak kaki&#8221; saja, seorang investigator profesional, diharapkan akan mampu mengungkap fakta kebenaran dari balik petistiwa yang diinvestigasinya.</p>
<p>Seorang investigator berpengalaman bekerja dengan ekstra hati-hati. Terlebih tengah menginvestigasi kasus kejahatan skala besar.</p>
<p>Apalagi di lingkup mafia atau kejahatan yang menyerempet dugaan keterlibatan &#8220;orang kuat&#8221; atau kekuasaan. Pada titik sensitif, sedikit ceroboh, bisa berakibat vatal.</p>
<p>Pastinya, meng-investigasi kasus-kasus skala &#8220;kakap&#8221; butuh keberanian, pengalaman &amp; kehati-hatian serta kesabaran.</p>
<p>Berhadapan dengan kasus kelas raksasa, tugas investigasi perlu beralih ke tugas penyamaran. Dengan metode penyamaran, perburuan bisa menekan tingkat rintangan ketimbang perburuan secara &#8220;terbuka&#8221;.</p>
<p>Investigasi, hakekatnya, adalah metode mengungkap fakta dari akurasi informasi. Seorang investigator terlatih, akan selalu fokus pada perburuannya.</p>
<p>Investigator profesional selalu melihat ancaman tugasnya dari sisi terlemah, kemungkinan perburuannya yang lebih dulu &#8220;bocor&#8221;.</p>
<p>Tetapi, dari banyak pengalaman, sumber &#8220;kebocoran&#8221; acap kali karena digerogoti dari &#8220;sisi dalam&#8221;.</p>
<p>&#8220;Sebagian besar gagalnya tugas-tugas opsir rahasia justru ketika mereka menyebut identitas mereka kepada orang lain,&#8221; ujar seorang pengamat inteligen.</p>
<p>Jika rencana investigasi lebih dulu meluber jadi isu publik, berarti investigator membuka pront dengan banyak pihak.</p>
<p>Berbagai &#8220;serangan&#8221; akan muncul untuk mengaburkan informasi serta mendistorsi objek yang diinvestigasi. Percayalah!</p>
<p>Prosesi kinerja investigasi, akan berubah jadi arena kekacauan, jika investigatornya mengubah tujuan hakiki tugasnya: dari akurasi informasi menjadi validasi keangkuhan.</p>
<p>Investigator, tidak perlu gembar-gembor dan berteriak-teriak tentang pekerjaannya. Apalagi, berbicara di media dan mengajak perang terbuka. Jangan bermain api di atas mesiu.</p>
<p>&#8220;Berbicaralah, jika suaramu lebih indah dari keheningan&#8221; Batasi pembicaraan. Berbicara pada hal-hal penting saja. Jangan sampai lidahmu menyembelih lehermu.</p>
<p>Peluang keberhasilan investigasi akan lebih besar, jika menerapkan: &#8220;Owl Hunting Strategi&#8221;. Ketimbang investigasi kepalsuan dengan senjata: &#8220;Bacot&#8221;!</p>
<p>*)Wahyudi El Panggabean, Wartawan Senior &amp; Direktur Utama, Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(PJC)..</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dpp9qu7vr/images/f_auto,q_auto/v1753945882/IMG-20250731-WA0017_1753944517630/IMG-20250731-WA0017_1753944517630.jpeg?_i=AA" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
