<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CAHYA PURNAMA MENGATAKAN SLEMAN PERNAH MENEMBUS ANGKA 1.111 KASUS KEMUDIAN TURUN MENJADI 5.55 KASUS &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/cahya-purnama-mengatakan-sleman-pernah-menembus-angka-1-111-kasus-kemudian-turun-menjadi-5-55-kasus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Mar 2022 04:54:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>CAHYA PURNAMA MENGATAKAN SLEMAN PERNAH MENEMBUS ANGKA 1.111 KASUS KEMUDIAN TURUN MENJADI 5.55 KASUS</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/cahya-purnama-mengatakan-sleman-pernah-menembus-angka-1-111-kasus-kemudian-turun-menjadi-5-55-kasus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2022 04:54:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[CAHYA PURNAMA MENGATAKAN SLEMAN PERNAH MENEMBUS ANGKA 1.111 KASUS KEMUDIAN TURUN MENJADI 5.55 KASUS]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=38612</guid>

					<description><![CDATA[Penulis : Joni Chan Editor : Redaksi &#160; &#160; BERANTAS.co.id &#8211; Sleman <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/cahya-purnama-mengatakan-sleman-pernah-menembus-angka-1-111-kasus-kemudian-turun-menjadi-5-55-kasus/" title="CAHYA PURNAMA MENGATAKAN SLEMAN PERNAH MENEMBUS ANGKA 1.111 KASUS KEMUDIAN TURUN MENJADI 5.55 KASUS" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Joni Chan</p>
<p>Editor : Redaksi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BERANTAS.co.id &#8211; Sleman &#8211;</p>
<p>Perkembangan Terkini Covid-19 dan Vaksinasi Booster di Kabupaten Sleman<br />
Pemerintah Kabupaten Sleman telah memperpanjang status PPKM level 3 di wilayah<br />
Kabupaten Sleman mengingat kondisi kasus penularan Covid-19 varian baru yang meninggi<br />
pada beberapa bulan ini.<br />
Diketahui bahwa penularan Covid-19 varian baru ini sangat cepat,<br />
meskipun tingkat keparahannya relatif rendah.</p>
<p>Hal tersebut di sampaikan<br />
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, kepada wartawan di kantor sekretariat Sleman, Rabu 02 Maret 2022, Cahya menjelaskan untuk kabupaten<br />
Sleman sendiri kasusnya telah menembus angka 1.111 kasus, yang kemudian pada 1 Maret<br />
2022 menurun menjadi 555 kasus.<br />
“Untuk virus Covid varian baru ini di Kabupaten Sleman kasusnya telah menembus angka<br />
seribu seratus sebelas, hari berikutnya seribu sebelas, hari berikutnya seribu satu, terus<br />
kemudian pernah turun ke tiga ratus dua puluh dua, dan kemarin pada tanggal 1 Maret lalu<br />
angka kasusnya menjadi lima ratus lima puluh lima” jelasnya pada jumpa pers di ruang<br />
Sembada Setda Kabupaten Sleman, Rabu (2/3/2022).</p>
<p>Tingginya kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman akibat digunakannya kriteria B sejak<br />
Kabupaten Sleman ditetapkan pada level 3 PPKM. Kriteria B yaitu menggabungkan hasil PCR<br />
dan hasil antigen, dimana jumlah kasus per 1 Maret 2022 berdasarkan hasil PCR sejumlah 356<br />
dan berdasarkan hasil Antigen sejumlah 199. Total 555 kasus tersebut terdiri dari 134 kontak<br />
erat, 232 suspect, dan 189 screening. Screening dilakukan secara mandiri maupun kelompok<br />
kepada mereka yang melakukan perjalanan ke luar daerah maupun yang kembali.<br />
“Karena kita telah masuk ke PPKM level 3 maka PCR dan antigen dimasukkan, jadi hasil 555<br />
itu, kontak eratnya ada 134, suspectnya ada 232. Kemudian ada screening sebanyak 189 pada<br />
awal tahun kemarin.<br />
Screening dilakukan pada mereka yang melakukan perjalanan ke luar<br />
daerah, atau bagi mereka yang akan kembali, dilakukan secara mandiri atau berkelompok”<br />
sambungnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Cahya juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Sleman terdapat<br />
4 (empat) lokasi isolasi terpusat (isoter) yang dapat dimanfaatkan, yaitu Asrama Haji,<br />
Rusunawa Gemawang, UNISA, serta UII. Dari 4 lokasi tersebut, total terdapat 411 tempat<br />
tidur, dan telah terisi sebanyak 243, sehingga diperoleh Rasio Keterisian Tempat Tidur atau<br />
Bed Occupancy Ratio (BOR) sebesar 59%.<br />
Disamping itu vaksinasi baik primer maupun booster juga masif dilakukan Pemkab Sleman.<br />
Capaian total vaksinasi di Kabupaten Sleman per 1 Maret 2022, untuk dosis satu mencapai<br />
99,3%, dosis dua 91,7%, dan dosis 3 atau vaksin booster sebanyak 11,27%. Kemudian<br />
vaksinasi lansia dosis pertama 84,2%, dosis dua 77,7%, dan vaksin booster 19,1%. Sedangkan<br />
vaksinasi bagi anak-anak pada dosis satu mencapai 95,28% dan dosis dua yang masih berjalan<br />
hingga saat ini telah mencapai 81,41%.<br />
Vaksinasi dosis lengkap dan booster ini akan melindungi baik lansia maupun non lansia dari<br />
tingkat kematian dengan resiko akan turun sampai dengan 0,49%.<br />
“Kalau untuk non lansia tanpa komorbid kalau udah dibooster maka tingkat kematiannya akan<br />
turun menjadi 0,49%, tapi kalau hanya vaksin lengkap atau vaksin primer tingkat kematiannya<br />
masih diperkirakan 2,9%. Sedangkan yang untuk lansia tanpa komorbid itu kalau dengan<br />
booster tingkat kematiannya menurun 7,5%, tapi kalau hanya dengan vaksin primer tingkat<br />
kematiannya 22,8% ”, jelasnya.</p>
<p>Hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat, sebab salah satu upaya kita untuk memperkuat<br />
kekebalan tubuh atau imun terhadap paparan Covid-19 ialah dengan melakukan vaksinasi baik<br />
primer maupun booster.<br />
“Omicron bisa menimbulkan kematian. Apalagi orang-orang yang menderita komorbid, maka<br />
perlu dilakukan perlindungan. Sehingga silahkan untuk digencarkan sosialisasi vaksin booster<br />
ini di masyarakat dan diikuti. Kadang-kadang masyarakat untuk booster ini sudah beda niat<br />
atau motivasinya. Kalau dulu jika tidak vaksin linier nanti gak bisa masuk mall, dan lain-lain<br />
karena keperluan untuk itu semua harus sudah vaksin. Jadi ini memang tadi harus memotifasi<br />
masyarakat untuk booster”, tuturnya.<br />
Disamping itu Cahya juga mengatakan tiga langkah yang dilakukan Pemda untuk vaksinasi<br />
booster. Pertama, vaksinasi secara reguler atau masyarakat datang secara langsung ke tempat<br />
pelayanan vaksinasi (Puskesmas dan RS). Kedua, vaksinasi dilaksanakan di sentra vaksinasi,<br />
atau vaksinasi masal. Ketiga, tim vaksinasi mendatangi lokasi peserta. Khusus angkah ketiga,<br />
pendaftaran dilakukan melalui kader-kader kesehatan di RT/RW yang kemudian dilaporkan ke<br />
Kelurahan dan Bidan Desa hingga ke tingkat Dinas atau Kabupaten. Selanjutnya Tim Gugus<br />
Tugas COVID-19 Kabupaten akan menjadwalkan vaksinasi booster per Kalurahan. Hal ini sebagai strategi penurunan kasus penurunan Covid-19 di Kabupaten Sleman.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
