<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DARI JAKARTA HINGGA PERBATASAN UNTUK PAPUA &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/dari-jakarta-hingga-perbatasan-untuk-papua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Sep 2019 15:31:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>
	<item>
		<title>DARI JAKARTA HINGGA PERBATASAN UNTUK PAPUA</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/dari-jakarta-hingga-perbatasan-untuk-papua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2019 15:31:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[DARI JAKARTA HINGGA PERBATASAN UNTUK PAPUA]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=13156</guid>

					<description><![CDATA[Penulis : Sogi Editor : Redaksi (DiskusiKebangsaanDanRekomendasiPenyelesaianKonflik) Berantas.co.id, Jakarta &#8211; &#8220;Tokohadat,Tokohagama,pemuda-pemudi dan <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/dari-jakarta-hingga-perbatasan-untuk-papua/" title="DARI JAKARTA HINGGA PERBATASAN UNTUK PAPUA" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Sogi</p>
<p>Editor : Redaksi</p>
<p>(DiskusiKebangsaanDanRekomendasiPenyelesaianKonflik)</p>
<p><strong>Berantas.co.id, Jakarta</strong> &#8211; &#8220;Tokohadat,Tokohagama,pemuda-pemudi dan intelektual Papua harus diselamatkan.<br />
Mereka adalah aset bangsa Indonesia semua. Mau yang pro maupun yang kontra dalam kasus<br />
Papua hari ini yang ramai dengan isu Papua merdeka.<br />
Meskipun telah final kita bersama bangsa-bangsa lain membentuk Bangsa Indonesia, sebab<br />
memang Negara Indonesia ini banyak bangsa, persoalan ini tidak bisa ditangani dengan gegabah.&#8221;<br />
Ujar Stevanus SWetipo, pemateri yang sekaligus ketua PKRI (Perintis Kemerdekaan Republik<br />
Indonesia) Prov.Papua-Papua Barat dalam diskusi FORUM KEBANGSAAN INDONESIA dengan<br />
tema : NKRI Sebagai Basis Kesatuan Ideologi, Ekonomi, Politik, Sosial Budaya, Pertahanan dan<br />
Keamanan Dalam Upaya Menghadapi Perubahan Global,31/08/2019 diKomunitas Senen,<br />
JakartaPusat.</p>
<p>&#8220;Kita sepakat masalah rasisme adalah bentuk penghinaan manusia atas manusia. Setara<br />
dengan kejahatan dunia yang tidak boleh dilakukan oleh siapapun manusianya, apapun suku dan agamanya.<br />
Bahkan saya yakin, manusia tak beragamapun, akan marah kalau dihina.<br />
Namun demikian, kita juga harus ingat, bahwa dinamika komunikasi, bahkan dalam lingkup<br />
membahas hal-hal baikpun kadang kita bisa emosi dan terpancing keluar kata kasar dan rasis.</p>
<p>Sering kita lihat ditelevisi dan internet, dialog-dialog panas yang akhirnya terjerumus menjadi<br />
rasis dan sara.</p>
<p>Untuk itu, kami sepakat siapapun itu pelakunya, penegakan secara hukum harus dilakukan. Agar<br />
tercipta rasa adil dan menjadi pelajaran baik kepada siapapun dikelak kemudian hari.&#8221; Ujarnya<br />
lagi.</p>
<p>Dalam acara yang dihadiri PERINTIS KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA (PKRI) Prov Papua,<br />
LASKAR PATRIOT PEMBELA PANCASILA (PALAPA), Romo Anis Rahanau Wetipo, LSM Papua<br />
Mandiri, BARAPETA, Lembaga Suara Rakyat Jakarta Tunggal Ikadan Komunike Suara<br />
Perbatasan, Stevanus S Wetipo juga menyampaikan beberapa kejanggalan dalam kasus Papua kali ini.</p>
<p>&#8220;Poladi Jakarta dalam pemilu lalu dengan kasus Papua hari ini sangat mirip. Dimulai dari isu<br />
Agama maupun SARA. Sama-sama banyak demo. Adanya penolakan-penolakan kelompok tertentu oleh kelompok lainnya dibeberapa daerah. Bedanya, diJakarta tidak terjadi perusakan.</p>
<p>Saya juga heran, diberbagai negara juga adapro-kontra soal isu Papua Merdeka. Padahal<br />
Undang-undang Dekolonialisasi PBB tidak mungkin melanggar aturannya sendiri terhadap wilayah non-self Governing-territories, dimana wilayah yang ada pemerintahannya tidak bisa dimerdekakan.</p>
<p>Dan kalaupun menurut amanat UUD 1945, mengamanatkan bahwa kemerdekaan ialah hak<br />
segala bangsa&#8217; maka bangsa ini punya cara memerdekakan melalui Otonom. Sebabtidak<br />
mungkin Indonesia berubah menjadi negara Federasi dimanan anti ada negara Sulawesi,<br />
Kalimantan, Jawa, Bali ataupun Papua sendiri-sendiri.</p>
<p>Namun terlepas dari itu semua, pokoknya, rakyat harus diselamatkan. Siapapun dan apapun<br />
status politik, suku dan agamanya. Harus prioritas.&#8221;</p>
<p>Tidak ketinggalan, Oyang, dari Komunike Suara Perbatasan dari NTT menyatakan, &#8220;Itu kami juga heran sebenarnya. Dari isu Rasis merembet jadi isu soal merdeka.&#8221;</p>
<p>Manaurak, juga dari Komunike Suara Perbatasan juga menyampaikan, &#8220;Intinya kita harus mulai<br />
bersama-sama sebagai elemen bangsa Indonesia, harus mampu memulai duduk berdialog<br />
bersama, mengingat sejak kontestasi pemilu lalu, energi rakyat seperti dikuras untuk berpikir<br />
soal kepentingan elit. Kita seperti kehilangan waktu untuk berpikir bagaimana konsolidasi rakyat dibawah bisa dibangun maksimal untuk meningkatkan kualitas hidup dalam bangsa negara.<br />
yang besar ini. Tujuan berpolitik harusnya bisa memberi solusi pasca kontestasi.&#8221;</p>
<p>Acara tersebut diakhiri dengan rekomendasi penyelesaian kasus Papua sebagai berikut :</p>
<p>1.Perkuat Pancasila, BhinnekaTunggalIka, NKRI dan UUD1945 ditanah Papua.<br />
2.Jalankan Politik sepenuhnya untuk dan dalam rangka mencapai hidup berbangsa-Negara<br />
Indonesia seutuhnya diPapua.<br />
3.Bangun kemandirian ekonomi ditanah Papua seluasnya.<br />
4.Mengutuk RASISME sebagai bentuk kejahatan dunia, dibelahan bumi manapun.<br />
5.Perkuat adat istiadat dan moral sebagai modal dan kepribadian bangsa Indonesia diPapua.<br />
6.MendukungTNI-POLRI untuk melindungi, melayani dan mewujudkan rasa aman masyarakat diPapua.</p>
<p>(Stevanus S Wetipo, tokohPapua.)<br />
Jakarta,31Agustus2019</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
