<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ibu Kandung Jual Anak &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/ibu-kandung-jual-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Nov 2023 05:58:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>
	<item>
		<title>Terlilit Utang Pinjol, Ibu di Depok Tega Jual Anak Gadisnya</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/terlilit-utang-pinjol-ibu-di-depok-tega-jual-anak-gadisnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Nov 2023 05:58:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM]]></category>
		<category><![CDATA[depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Kandung Jual Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=60602</guid>

					<description><![CDATA[Seorang ibu tega menjual anak kandung ke seorang warga negara asing (WNA) di Depok]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Seorang ibu berinisial D (41) tega menjual anak kandung ke seorang warga negara asing (WNA) di Depok, Jawa Barat. Sang anak diketahui masih siswi SMP yang masih berusia 14 tahun.</p>
<p>Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Depok Iptu Nurhayati mengatakan, awalnya WNA berinisial T meminta bantuan untuk dicarikan asisten rumah tangga (ART) kepada D.</p>
<p>Ketika itu pelaku D dalam keadaan terlilit utang pinjaman online (pinjol).</p>
<p>&#8220;Tahun 2021 pelaku D sudah mengenal pelaku T (WNA) sering minta bantuan untuk dicarikan ART. Tahun 2022 pelaku D butuh uang karena banyak utang pinjol, akhirnya dia menawarkan anaknya kepada pelaku T. Selanjutnya Pelaku D menjemput korban di sekolah SMP daerah Cianjur,&#8221; kata Nur saat dikonfirmasi, Minggu (12/11/2023).</p>
<p>Hasil pemeriksaan, jumlah utang pinjol dari pelaku D mencapai seratusan juta.</p>
<p>&#8220;Kurang lebih (terlilit pinjol) Rp100 juta,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, pelaku D menjual anaknya berusia 14 tahun ke WNA untuk melakukan hubungan suami istri di sebuah hotel kawasan Harjamukti, Cimanggis, Depok.</p>
<p>Pelaku D telah bertransaksi dengan T kurang lebih 4 kali dan mendapat uang jutaan rupiah.</p>
<p>&#8220;Dalam eksploitasi tersebut, pelaku D mendapat uang sebesar Rp6 juta. Kurang lebih transaksi 4 kali,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Nur menyebut pelaku terancam pasal berlapis dan kurungan penjara 15 tahun. Untuk ancaman hukuman Pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak paling lama 10 tahun dan pasal 81 dan 82 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak paling lama 15 tahun.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
