<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keluarga Korban: Bersurat kepada Ketua PN Jakarta Utara untuk Mempercepat Penahanan Terdakwa &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/keluarga-korban-bersurat-kepada-ketua-pn-jakarta-utara-untuk-mempercepat-penahanan-terdakwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Aug 2025 05:42:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>
	<item>
		<title>Keluarga Korban: Bersurat kepada Ketua PN Jakarta Utara untuk Mempercepat Penahanan Terdakwa</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/keluarga-korban-bersurat-kepada-ketua-pn-jakarta-utara-untuk-mempercepat-penahanan-terdakwa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 05:42:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Korban: Bersurat kepada Ketua PN Jakarta Utara untuk Mempercepat Penahanan Terdakwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=79163</guid>

					<description><![CDATA[editor redaksi &#160; &#160; &#160; Berantas.co.id, Jakarta &#124; Sidang putusan sela kasus <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/keluarga-korban-bersurat-kepada-ketua-pn-jakarta-utara-untuk-mempercepat-penahanan-terdakwa/" title="Keluarga Korban: Bersurat kepada Ketua PN Jakarta Utara untuk Mempercepat Penahanan Terdakwa" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>editor redaksi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berantas.co.id, Jakarta | Sidang putusan sela kasus tabrak lari yang menewaskan Supardi (82) di Perumahan Grisenda digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Kamis (21/08/2025). Majelis hakim menolak eksepsi terdakwa, Ivon, dan sidang akan dilanjutkan dua minggu mendatang dengan menghadirkan saksi.</p>
<p>Keluarga Supardi (korban) menyambut baik keputusan tersebut, namun mempertanyakan mengapa terdakwa tidak ditahan. Haposan, anak korban mengungkapkan kekecewaannya atas penangguhan penahanan dengan alasan sakit, yang dianggap upaya menghambat mencari keadilan.</p>
<p>&#8220;Kami berterima kasih kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum atas putusan ini. Namun, kami kecewa karena terdakwa belum ditahan. Sudah 100 hari papah meninggalkan kami, dan kami meminta keadilan,&#8221; ujar Haposan kepada media.</p>
<p>Haposan juga telah bersurat kepada Ketua PN Jakarta Utara untuk mempercepat penahanan terdakwa, serta meminta penegak keadilan untuk menjalankan proses hukum seadil-adilnya.</p>
<p>Supardi ditabrak saat jogging pagi di Perumahan Grisenda, Kapuk Muara, Jakarta Utara, pada 9 Mei 2025. Saksi mata dan bukti CCTV menunjukkan insiden terjadi di depan kantor sekretariat RW 10.</p>
<p>Haposan menjelaskan, papahnya ditabrak dari belakang oleh mobil yang kendarai pelaku saat jogging. Pelaku kemudian melarikan diri tanpa mengakui perbuatannya.</p>
<p>Korban dilarikan ke Rumah Sakit PIK dan dirawat di ICU selama tiga hari sebelum meninggal pada 11 Mei 2025. Selama perawatan, keluarga pelaku tidak menunjukkan empati atau meminta maaf.</p>
<p>&#8220;Papah tergeletak berdarah-darah dengan kepala pecah. Selama tiga hari di ICU, tidak ada satupun keluarga penabrak yang datang menanyakan kondisi papah, sampai akhirnya beliau meninggal,&#8221; ungkap Haposan.</p>
<p>Terdakwa sempat ditahan selama 13 hari sebelum mengajukan penangguhan penahanan. Setelah penangguhan, pelaku tidak menunjukkan itikad baik kepada keluarga korban.</p>
<p>(*/Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dpp9qu7vr/images/f_auto,q_auto/v1768333754/IMG-20250821-WA0001_1755754757402/IMG-20250821-WA0001_1755754757402.jpeg?_i=AA" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
