<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KETUA PHRI SLEMAN MENGATAKAN PPKM LEVEL 4 DIBERLAKUKAN PENDAPATAN HOTEL TURUN 20 &#8211; 25 PERSEN &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/ketua-phri-sleman-mengatakan-ppkm-level-4-diberlakukan-pendapatan-hotel-turun-20-25-persen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Mar 2022 16:51:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.berantas.co.id/go/wp-content/uploads/2026/09/cropped-BR_copy_295x63-32x32.jpg</url>
	<title>KETUA PHRI SLEMAN MENGATAKAN PPKM LEVEL 4 DIBERLAKUKAN PENDAPATAN HOTEL TURUN 20 &#8211; 25 PERSEN &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KETUA PHRI SLEMAN MENGATAKAN PPKM LEVEL 4 DIBERLAKUKAN PENDAPATAN HOTEL TURUN 20 &#8211; 25 PERSEN</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/ketua-phri-sleman-mengatakan-ppkm-level-4-diberlakukan-pendapatan-hotel-turun-20-25-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2022 16:51:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[KETUA PHRI SLEMAN MENGATAKAN PPKM LEVEL 4 DIBERLAKUKAN PENDAPATAN HOTEL TURUN 20 - 25 PERSEN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=39068</guid>

					<description><![CDATA[Penulis : Joni Editor : Redaksi &#160; &#160;...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Joni</p>
<p>Editor : Redaksi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BERANTAS.co.id &#8211; Sleman &#8211;<br />
Para pengusaha hotel dan restoran menyebut kebijakan tanpa tes antigen dan PCR bagi pelaku perjalanan tidak signifikan mendongkrak kunjungan wisatawan. Hanya berdampak sekitar 5-8 persen mendongkrak kegiatan hotel dan restoran.</p>
<p>Joko Paromo, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sleman justru menyebut PPKM Level 4 menurun kegiatan di hotel. &#8220;Penurunan 20-25 persen sejak awal Maret. Booking di bulan Maret, tapi batal tidak jadi melakukan perjalanan, para wisatawan dan pengunjung merasa takut,&#8221; tuturnya, Senin (14/3).</p>
<p>Di satu sisi, lanjut Joko, pihak penyelenggara kegiatan akan mengadakan kegiatan seperti meeting menjadi takut. &#8220;Kalau acara meeting dibagi-bagi karena dampak PPKM dibatasi 25 persen, biaya akan membengkak dan narasumber juga belum pasti bisa datang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Biaya juga akan meningkat dua kali, dampak signifikan. Jogja sudah membaik kenapa tiba-tiba level 4 dengan pembatasan. Membuat pengusaha swasta kalang kabut,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya, pembatasan PPKM membatasi pendapatan para pengusaha hotel dan restoran. &#8220;Kita mendukung program pemerintah untuk prokes. Padahal hotel dan restoran sudah melakukan prokes dengan baik,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Kenapa yang diubek-ubek hotel dan restoran, pasar-pasar umum itu seharusnya juga dilakukan pengecekan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Ia pun berharapan kebijakan PPKM diperlonggar dengan prokes ditingkatkan dan dijalankan ketat. Menurutnya, hal itu akan mendongkrak pendapatan daerah dan ekonomi masyarakat. &#8220;Kalau seperti ini terus, kapan selesainya,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suparmono mengatakan menurutnya tidak terjadi penurunan kunjungan wisatawan yang drastis. &#8220;Di objek wisata, menurunnya nggak drastis banget,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Untuk itu, ia mengatakan pihaknya segera mengeluarkan surat edaran terkait erupsi Merapi yang terjadi pada hari Kamis (10/3). Sebab, saat Merapi erupsi, wisatawan dari luar kota yang sudah booking jip wisata berencana akan membatalkan agendanya. &#8220;Tapi setelah kami keluarkan SE, hanya wilayah yang 5 kilometer yang tidak boleh dikunjungi, mereka paham. Merapi tidak keseluruhan yang tidak boleh dikunjungi. Itu akhirnya tetap kunjungan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sebelum keluar surat edaran, Pram mengaku banyak dihubungi teman-teman biro travel, tapi setelah surat edaran keluar membantu orang yang akan berkunjung ke kawasan Merapi. &#8220;Kepastian informasi itu penting,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk menjaga objek wisata yang ditutup, Pram menyebut sudah berkoordinasi dengan Panewu Cangkringan, Lurah, dan Kapolsek untuk menjaga jalur yang dilarang dimasukin wisatawan. &#8220;Secara keseluruhan tetap terjaga karena saya memantau,&#8221; tukasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
