<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kini Hamil 3 &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/kini-hamil-3/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2020 18:23:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>
	<item>
		<title>Ingat Siswi SMP yang Bunuh Balita (5)? Ternyata Korban Pelecehan Seksual, Kini Hamil 3,5 Bulan</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/ingat-siswi-smp-yang-bunuh-balita-5-ternyata-korban-pelecehan-seksual-kini-hamil-35-bulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2020 18:23:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM]]></category>
		<category><![CDATA[5 Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ingat Siswi SMP yang Bunuh Balita (5)? Ternyata Korban Pelecehan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Kini Hamil 3]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=19070</guid>

					<description><![CDATA[Penulis : Roni Editor : Redaksi &#160; BERANTAS.co.id, Jakarta &#8211; Kasus pembunuhan <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/ingat-siswi-smp-yang-bunuh-balita-5-ternyata-korban-pelecehan-seksual-kini-hamil-35-bulan/" title="Ingat Siswi SMP yang Bunuh Balita (5)? Ternyata Korban Pelecehan Seksual, Kini Hamil 3,5 Bulan" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Roni</p>
<p>Editor : Redaksi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>BERANTAS.co.id, Jakarta &#8211;</em> </strong>Kasus pembunuhan bocah 5 tahun yang mayatnya disimpan di dalam lemari pakaian oleh seorang siswi SMP justru menguak fakta baru.</p>
<p>Sosok pelaku, NF (15) ternyata merupakan korban pelecehan seksual.</p>
<p>Bahkan, NF kini tengah mengandung anak hasil pelecehan seksual yang dilakukan tiga orang terdekatnya.</p>
<p>NF (15), remaja tersangka pembunuhan bocah yang mayatnya disimpan di lemari, diketahui merupakan korban pelecehan seksual.</p>
<p>Informasi tersebut dibenarkan oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat.</p>
<p>&#8220;Ya betul (NF merupakan korban pelecehan seksual). NF berada dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai pelaku pembunuhan dan menjadi korban kekerasan seksual,&#8221; ucap Harry saat dikonfirmasi Kompas.com. Kamis, (14/5/2020).</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan psikologis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, NF juga diketahui tengah hamil. Usia kandungannya kini memasuki 14 minggu.</p>
<p>&#8220;(NF) menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya, hingga kini hamil 14 minggu&#8221; ungkap Harry.</p>
<p>Harry berharap, kasus pelecehan seksual tersebut diselidiki oleh kepolisian guna mengungkap alasan NF membunuh tetangganya.<br />
Harga<br />
Kini, NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial di Balai Anak Handayani sembari menunggu proses peradilan.</p>
<p>&#8220;Kasus kedua (pelecehan seksual) juga perlu diselidiki untuk mendapatkan kesimpulan logis mengapa anak ini melakukan tindak kekerasan,&#8221; tutur Harry.</p>
<p>NF (15) nekat membunuh APA (5) karena terinspirasi dari film pembunuhan. APA diketahui dibunuh di rumah NF di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 5 Maret 2020 lalu.</p>
<p>Berikut rangkuman kasus tersebut:</p>
<p>1. Tersangka menyerahkan diri ke polisi</p>
<p>Peristiwa pembunuhan itu terungkap ketika NF menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2020).</p>
<p>Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, kepada polisi, NF mengaku telah membunuh tetangganya sendiri dan menyimpannya di dalam lemari di kamarnya.</p>
<p>&#8220;Korban bermain dengan tersangka, kemudian tersangka membunuh korban. Setelah itu, tersangka memasukkan korban ke dalam lemari baju yang ada di dalam kamar tersangka,&#8221; ungkap Heru, Jumat.</p>
<p>Selanjutnya, polisi melimpahkan tersangka ke Polsek Sawah Besar guna penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>2. Sempat diduga menjadi korban penculikan</p>
<p>Orangtua korban sempat menduga anaknya menjadi korban penculikan karena tak kunjung pulang ke rumah usai bermain ke rumah NF. Korban dan tersangka diketahui bertetangga.</p>
<p>Kemudian, orangtua korban melaporkan peristiwa dugaan penculikan itu kepada Ketua RT setempat.</p>
<p>Ketua RT 04/RW 06 Sawah Besar, Sofyan mengatakan, orangtua korban bersama warga mencari keberadaan korban ke rumah tersangka NF. Bahkan, mereka juga mengecek kamar tersangka.</p>
<p>&#8220;Jadi memang orangtuanya (korban) ini lapor ke saya, bilang anaknya enggak pulang-pulang. Akhirnya kita cari, kita juga sempat ke atas (kamar tersangka) cuma lihat kamar kosong,&#8221; kata Sofyan.</p>
<p>Keluarga korban baru mengetahui peristiwa pembunuhan yang menimpa anaknya ketika polisi mendatangi TKP pada Jumat pagi.</p>
<p>&#8220;Pas Jumat pagi itu, ada polisi datang dari Polsek Taman Sari, saya juga enggak tahu (kalau korbam dibunuh), katanya anaknya (tersangka) lapor dan menyerahkan diri,&#8221; ungkap Sofyan.</p>
<p>3. Korban dibunuh secara sadis</p>
<p>Heru mengatakan, tersangka membunuh korban ketika korban bermain ke rumah tersangka. Bahkan, kepada polisi, tersangka mengaku secara sadar membunuh korban.</p>
<p>Heru menjelaskan, APA yang berkunjung ke rumah tersangka dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi, dicekik, dan dimasukkan ke dalam lemari di kamarnya.</p>
<p>Sebelumnya, tersangka sempat berniat membuang jenazah korban. Namun, tersangka mengurungkan niatnya tersebut dan tetap menyimpan jenazah korban dalam lemari.</p>
<p>&#8220;Awalnya mau dibuang karena sudah menjelang sore, akhirnya disimpan di dalam lemari,&#8221; ungkap Heru.</p>
<p>Keesokan harinya, tersangka secara sadar beraktivitas seperti biasa. Dia berangkat ke sekolah dan meninggalkan jenazah korban di dalam kamarnya.</p>
<p>Saat perjalanan menuju sekolah, tersangka memilih berganti pakaian dan menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari.</p>
<p>Keterangan awal tersangka kepada polisi, dia mengaku merasa puas setelah membunuh korban.</p>
<p>4. Adegan pembunuhan terinsipirasi film Chucky</p>
<p>Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, tersangka kerap menonton film bergenre horor atau film dengan adegan sadis.</p>
<p>Salah satu film yakni Chucky, film tentang boneka pembunuh yang populer tahun 1980-an merupakan inspirasi NF membunuh APA.</p>
<p>&#8220;Tersangka ini sering menonton film horor, salah satunya Chucky. Dia senang menonton film horor, itu memang hobinya,&#8221; ujar Yusri di Polres Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).</p>
<p>Kepada polisi, tersangka juga mengaku memiliki hasrat untuk membunuh orang lain. Kebetulan, korban lah yang berada di rumahnya saat hasrat membunuhnya muncul.</p>
<p>&#8220;Memang tersangka ini punya hasrat untuk membunuh orang, tapi saat hari itu dia sudah tidak bisa menahan lagi,&#8221; ungkap Yusri.</p>
<p>5. Sering membunuh hewan tanpa alasan</p>
<p>Tak hanya memiliki hasrat membunuh orang lain, Yusri mengatakan, tersangka juga memiliki kebiasaan tak wajar, yakni membunuh hewan-hewan tanpa alasan.</p>
<p>&#8220;Sejak kecil pelaku senang bermain dengan binatang dan membunuh binatang dengan gampang,&#8221; kata Yusri.</p>
<p>Yusri mengungkapkan, tersangka juga suka memelihara kucing. Kendati demikian, dia tak segan membunuh hewan peliharaannya tanpa alasan.</p>
<p>&#8220;Dia mempunyai hewan kesayangan, hewan peliharaan kucing, Tapi kalau lagi kesal, (kucing) itu bisa juga dilempar dari lantai 2,&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
