<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Laporan PETI Ditindaklanjuti &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/laporan-peti-ditindaklanjuti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2026 17:29:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.berantas.co.id/go/wp-content/uploads/2026/09/cropped-BR_copy_295x63-32x32.jpg</url>
	<title>Laporan PETI Ditindaklanjuti &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Laporan PETI Ditindaklanjuti, Disorot Dugaan Beda Lokasi, ATHIA Minta Kapolres Kuansing Evaluasi Kanit Tipidter</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/laporan-peti-ditindaklanjuti-disorot-dugaan-beda-lokasi-athia-minta-kapolres-kuansing-evaluasi-kanit-tipidter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2026 17:29:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[ATHIA Minta Kapolres Kuansing Evaluasi Kanit Tipidter]]></category>
		<category><![CDATA[Disorot Dugaan Beda Lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan PETI Ditindaklanjuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=83087</guid>

					<description><![CDATA[Editor redaksi &#160; &#160; &#160; &#160; Berantas.co.id, KUANTAN...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Editor redaksi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berantas.co.id, KUANTAN SINGINGI, RIAU — Laporan warga masyarakat mengenai aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Kampung Baru, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, ditindaklanjuti pemerintah daerah bersama kepolisian pada Sabtu (24/10/2026).</p>
<p>Di tengah perkembangan tersebut, ATHIA, wartawan sekaligus redaksi Media Intelijen Jendral.com, kembali mendesak Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., mengevaluasi respons Kanit Tipidter Satreskrim Polres Kuansing, IPDA Geraldo Ivanco Pandelaki, S.Tr.K., terhadap konfirmasi jurnalistik.</p>
<p>Laporan warga yang diterima redaksi menyebutkan dugaan aktivitas PETI yang melibatkan sedikitnya 10 rakit bermesin stingkai serta kegiatan tambang darat menggunakan mesin dompeng. Lokasi yang dilaporkan berada di sekitar kebun warga dan kawasan yang diduga merupakan hutan lindung, sekitar 100 meter dari gerbang kawasan tersebut.</p>
<p>Laporan itu disertai dokumentasi foto dan video yang diserahkan warga sebagai bahan penelusuran awal.</p>
<p>Plt. Bupati Kirim Dokumentasi Tindak Lanjut</p>
<p>ATHIA menyampaikan konfirmasi kepada Plt. Bupati Kuansing, H. Mukhlisin, pada pukul 14.12 WIB, Sabtu (24/10/2026). Dalam konfirmasi tersebut, redaksi meminta penjelasan mengenai langkah pemerintah daerah dalam memeriksa legalitas kegiatan pertambangan dan memastikan perlindungan kawasan hutan lindung.</p>
<p>Sekitar pukul 17.38 WIB, Mukhlisin mengirimkan sejumlah foto dokumentasi tindak lanjut lapangan. Foto-foto tersebut memperlihatkan Camat Sentajo Raya bersama personel kepolisian berada di lokasi yang disebut berkaitan dengan penertiban PETI.</p>
<p>Camat Sentajo Raya, Wandi Gunawan, S.P., kemudian membenarkan kepada ATHIA bahwa dirinya bersama pihak kepolisian turun ke lapangan setelah menerima arahan dari Bupati Kuansing.</p>
<p>“Iya bang, kami bersama rekanan yang turun ke lokasi menindaklanjuti berita tersebut. Kami bersama kepolisian dari Polsek Kuantan Tengah, bahkan langsung turun lapangan Kapolsek Kuantan Tengah,” ujarnya melalui sambungan telepon sekitar pukul 19.53 WIB.</p>
<p>Wandi menyebutkan bahwa rakit-rakit PETI di lokasi tersebut telah dibakar dalam kegiatan penertiban sore itu.</p>
<p>Namun, kesesuaian titik lokasi penertiban dengan lokasi yang direkam warga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.</p>
<p>ATHIA Soroti Dugaan Perbedaan Titik Lokasi</p>
<p>Setelah menerima foto dari Mukhlisin, ATHIA membandingkannya dengan dokumentasi awal yang dikirimkan warga pada siang hari. Dari perbandingan tersebut, ATHIA menilai terdapat kemungkinan perbedaan titik lokasi.</p>
<p>Pada pukul 17.42 WIB, ATHIA kembali mengirimkan video kepada Mukhlisin disertai pesan:</p>
<p>“Siap Pak Bupati, mgkn beda titik lokasi ya 🙏 Dan mohon sambil diperhatikan suara tembakan pada akhir video ini🙏.”</p>
<p>Dugaan perbedaan lokasi tersebut belum dapat dipastikan tanpa pencocokan koordinat dan pemeriksaan lapangan.</p>
<p>Selain itu, ATHIA memperoleh informasi tambahan dari warga mengenai suara yang diduga sebagai tembakan dalam rekaman video.</p>
<p>Setelah konfirmasi awal berlangsung dan berita diterbitkan, warga yang merekam aktivitas PETI mendatangi kediaman ATHIA di Teluk Kuantan untuk menceritakan kejadian yang dialaminya.</p>
<p>“Bang, di saat saya melakukan dokumentasi di lapangan, saat melakukan rekaman video aktivitas PETI tersebut, tiba-tiba ada suara tembakan hingga saya terkejut, hampir lepas HP dari genggaman saya. Karena takut, saya langsung lari meninggalkan lokasi,” tutur warga tersebut sebagaimana disampaikan kepada ATHIA.</p>
<p>Warga itu mengaku hanya mendengar suara tersebut dan tidak melihat secara langsung siapa yang mengeluarkannya ataupun seseorang yang melakukan penembakan. Ia menduga suara itu berasal dari pondok di sekitar lokasi, tetapi dugaan tersebut belum terverifikasi.</p>
<p>Kapolres Merespons Informasi Tambahan</p>
<p>Sebelumnya, pada pukul 16.41 WIB, ATHIA meneruskan tautan pemberitaan berjudul “Berulang Kali Disorot soal Konfirmasi PETI, ATHIA Kembali Desak Kapolres Kuansing Evaluasi Kanit Tipidter” kepada Kapolres Kuansing.</p>
<p>Pada pukul 17.07 WIB, Kapolres merespons melalui stiker bergambar polisi bertuliskan “SIAAAPP”.</p>
<p>Sekitar pukul 18.04 WIB, ATHIA kembali mengirimkan video warga dan foto dokumentasi tindak lanjut dari Bupati Kuansing, disertai informasi tambahan mengenai dugaan suara tembakan yang disebut berasal di sebuah pondok sekitar lokasi.</p>
<p>Kapolres kemudian membalas, “Baik bang, Lokasi tepatnya dimana.”</p>
<p>ATHIA menjelaskan bahwa lokasi yang dilaporkan berada di Desa Kampung Baru, Kecamatan Sentajo Raya, sekitar perbatasan kebun warga dengan kawasan yang disebut sebagai hutan lindung. Ia juga menyampaikan dugaan perbedaan titik lokasi antara video awal warga dan dokumentasi tindak lanjut yang dimaksud tersebut.</p>
<p>Hingga berita ini disusun, belum ada hasil pemeriksaan resmi yang memastikan sumber suara dalam video, dugaan penembakan, dan Kepastian mengenai titik lokasi yang dilaporkan juga masih memerlukan verifikasi.</p>
<p>ATHIA Kembali Soroti Respons Kanit Tipidter</p>
<p>ATHIA menyebut persoalan konfirmasi jurnalistik kepada Kanit Tipidter bukan pertama kali disorot oleh Media Intelijen Jendral.com.</p>
<p>Pada 15 Agustus 2026, media tersebut menerbitkan berita mengenai penggalian tanah urug skala besar di Desa Beringin Taluk yang menjadi sorotan, sementara konfirmasi kepada Kanit Tipidter disebut belum memperoleh tanggapan.</p>
<p>Sorotan berlanjut pada 19 September 2026 melalui pemberitaan mengenai dugaan aktivitas PETI di sejumlah wilayah Kuansing. Pada 30 September 2026, media tersebut kembali memberitakan dugaan aktivitas PETI di Muara Lembu, Kecamatan Singingi, dengan menyebutkan bahwa konfirmasi dan dokumentasi telah disampaikan kepada Kanit Tipidter, tetapi tanggapan belum diperoleh hingga berita diterbitkan.</p>
<p>Tiga pemberitaan tersebut dapat dibaca melalui tautan berikut:</p>
<p>1. https://intelijenjenderal.com/2026/08/15/penggalian-tanah-urug-skala-besar-di-beringin-taluk-jadi-sorotan-kanit-tipidter-polres-belum-beri-tanggapan/</p>
<p>2. https://intelijenjenderal.com/2026/09/19/ratusan-rakit-peti-kembali-ditemukan-geraldo-kanit-tipidter-tak-merespons-kapolres-kuansing-diminta-evaluasi/</p>
<p>3. https://intelijenjenderal.com/2026/09/30/berita-peti-dibaca-video-dikirim-konfirmasi-dilayangkan-geraldo-kanit-tipidter-masih-memilih-bungkam/</p>
<p>ATHIA meminta Kapolres Kuansing memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.</p>
<p>“Saya kembali meminta Kapolres Kuansing agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini dan mengevaluasi pola komunikasi serta respons terhadap konfirmasi jurnalistik yang saya alami. Jangan sampai pertanyaan mengenai dugaan PETI terus berulang, sementara wartawan kesulitan memperoleh penjelasan resmi dari pihak yang berwenang,” ujar ATHIA.</p>
<p>Menurutnya, komunikasi yang baik antara kepolisian dan insan pers penting untuk mendukung keterbukaan informasi dan memastikan laporan masyarakat memperoleh penjelasan yang memadai.</p>
<p>Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh penjelasan dari IPDA Geraldo Ivanco Pandelaki mengenai alasan tidak adanya respons atas konfirmasi-konfirmasi jurnalistik sebagaimana disampaikan ATHIA.</p>
<p>Redaksi Media Intelijen Jendral.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini. Setiap tanggapan resmi yang diterima akan dipertimbangkan untuk dimuat demi menjaga akurasi dan keberimbangan pemberitaan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
