<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1441 H Jatuh pada Minggu 24 Mei 2020 &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/pemerintah-tetapkan-idul-fitri-1441-h-jatuh-pada-minggu-24-mei-2020/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2020 05:57:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>
	<item>
		<title>Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1441 H Jatuh pada Minggu 24 Mei 2020</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/pemerintah-tetapkan-idul-fitri-1441-h-jatuh-pada-minggu-24-mei-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2020 05:57:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1441 H Jatuh pada Minggu 24 Mei 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=19566</guid>

					<description><![CDATA[Penulis : Rony Editor : Redaksi Berantas.co.id, Jakarta &#8211; Kementerian Agama menetapkan <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/pemerintah-tetapkan-idul-fitri-1441-h-jatuh-pada-minggu-24-mei-2020/" title="Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1441 H Jatuh pada Minggu 24 Mei 2020" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Rony</p>
<p>Editor : Redaksi</p>
<p>Berantas.co.id, Jakarta &#8211; Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada 24 Mei 2020. Ketetapan itu diputuskan dalam sidang isbat yang dihadiri MUI hingga Komisi VIII DPR.<br />
Sidang isbat digelar di gedung Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2020). Sidang digelar secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan terkait Corona (COVID-19). Para tamu undangan seperti perwakilan ormas mengikuti sidang secara online.</p>
<p>&#8220;Sidang isbat secara bulat menyatakan 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad atau Minggu, 24 Mei 2020,&#8221; kata Menag Fachrul Razi.</p>
<p>Rangkaian sidang isbat diawali dengan pemaparan posisi hilal awal Syawal 1441 H oleh anggota Falakiyah Kemenag, Cecep Nurwendaya. Cecep melaporkan tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1441 H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari ini. Tim Falakiyah Kemenag diketahui melakukan pemantauan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,&#8221; kata Cecep.</p>
<p>Cecep mengatakan penetapan awal bulan hijriah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.<br />
&#8220;Secara hisab, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu. Ini sifatnya informatif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Posisi Hilal Awal Syawal 1441H</p>
<p>Laporan dari Pelabuhan Ratu, posisi hilal awal Syawal 1441 H atau pada 29 Ramadan 1441 H di Pelabuhan Ratu secara astronomis tinggi hilal: minus 4,00 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 5,36 derajat; umur hilal minus 6 jam 55 menit 23 detik.</p>
<p>Sementara itu, kata Cecep, dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS adalah minimal tinggi hilal 2 derajat, elongasi minimal 3 derajat, dan umur bulan minimal delapan jam setelah terjadi ijtima&#8217;.<br />
&#8220;Ini sudah menjadi kesepakatan MABIMS,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Cecep menjelaskan, karena ketinggian hilal di bawah 2 derajat, bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.</p>
<p>&#8220;Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1441H pada Jumat ini teramati di seluruh Indonesia,&#8221; ujar Cecep.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
