<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UU Minerba Disahkan &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/uu-minerba-disahkan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2020 16:40:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>
	<item>
		<title>UU Minerba Disahkan, YLBHI Anggap DPR Telah Khianati Konstitusi</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/uu-minerba-disahkan-ylbhi-anggap-dpr-telah-khianati-konstitusi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2020 16:40:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[UU Minerba Disahkan]]></category>
		<category><![CDATA[YLBHI Anggap DPR Telah Khianati Konstitusi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=19060</guid>

					<description><![CDATA[Penulis : Roni Editor : Redaksi JAKARTA, BERANTAS.co.id &#8211; Yayasan Lembaga Bantuan <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/uu-minerba-disahkan-ylbhi-anggap-dpr-telah-khianati-konstitusi/" title="UU Minerba Disahkan, YLBHI Anggap DPR Telah Khianati Konstitusi" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Roni</p>
<p>Editor : Redaksi</p>
<p><strong><em>JAKARTA, BERANTAS.co.id</em> </strong>&#8211; Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ( YLBHI) menganggap DPR telah mengkhianati konstitusi sehubungan dengan pengesahan Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara ( UU Minerba).</p>
<p>&#8220;Ini menunjukkan mereka (DPR) pengkhianat masyarakat, pengkhianat tujuan berbangsa yang sudah ada di konstitusi,&#8221; kata Ketua Bidang Manajemen Pengetahuan YLBHI Siti Rahma Mary dalam diskusi &#8220;LBH-YLBHI Bedah RUU Cipta Kerja&#8221;, Rabu (13/5/2020).</p>
<p>Rahma menjelaskan, DPR dinilai mengkhianati konstitusi karena mengabaikan kesengsaraan masyarakat akibat tambang.</p>
<p>Menurut dia, DPR bukannya menyelesaikan permasalahan lingkungan, justru malah memberikan karpet merah seluas-luasnya kepada korporasi besar penguasa tambang.</p>
<p>&#8220;Malah mengakomodasi para korporasi besar penguasa tambang dengan melanjutkan penguasaan atas tambang-tambang tersebut,&#8221; kata dia.</p>
<p>Di sisi lain, YLBHI justru mempertanyakan pengesahan UU Minerba.</p>
<p>Rahma menyatakan, publik selama ini tidak pernah diundang oleh DPR untuk membahas bersama-sama UU Minerba.</p>
<p>Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan naskah akademik yang menjadi dasar dilakukannya revisi atas UU Minerba sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Masyarakat sipil tidak pernah diundang, juga naskah akademiknya seperti apa kita tidak tahu, tiba-tiba pembahasannya cepat sekali dan langsung disahkan,&#8221; ujar Rahma.</p>
<p>DPR resmi mengesahkan RUU Minerba menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2020).</p>
<p>Pembahasan RUU Minerba sendiri menuai banyak polemik dari berbagai kalangan. Selain pembahasannya yang dipercepat, terdapat beberapa pasal yang juga dinilai menguntungkan satu pihak saja.</p>
<p>Salah satunya adalah penjaminan perpanjangan Kontrak Karya atau Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) tanpa pelelangan yang tercantum dalam Pasal 169A.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
