Penulis : Roni
Editor : Redaksi
Berantas.co.id, Madiun – Bertempat di ruang rapat utama kantor PT JNK ( Jasa marga ngawi – kertosono – kediri ) jl borobudur kelurahan madiun lor kecamatan mangunharjo kota madiun di laksanakan audiensi terkait polemik bangunan tugu ikon/logo PT JNK yang berada di jalan tol trans jawa ngawi kertosono km 601, tepatnya di jalur A interchange Gerbang Tol ( GT ) madiun yang di nilai menyerupai logo Palu Arit lambang PKI hari rabu 12 Febuari 2020 pagi.
Pertemuan ini di pimpin oleh AJ Dwi Winarsa ( Dirut PT JNK Madiun ) di ikuti oleh Agus Hariyanti, ST ( manager Operasional PT JNK madiun ), Oediyanto ( staf SDM PT JNK madiun ), Ujang Rohmana (Asisten menager SDM PT JNK madiun ), Iptu Setiono ( Panit sosbud Intelkam Polres madiun ), khotamil Anam Spd ( ketua GP Anshor kabupaten madiun ), Anjar nasrudin unri ( sekertaris banser kabupaten madiun ), Ismanto ( kasat korcab banser kabupaten madiun ) dan empat anggota banser.
Kegiatan dimulai dengan paparan oleh AJ Dwi Winarsa (Dirut PT JNK Madiun). yang intinya :
a. Bahwa saat ini di Medsos maupun di lingkungan masyarakat Madiun lagi polemik dan viral adanya Patung di Madiun yang disebut mirip Logo PKI, bahwa Tugu itu, sebagai bentuk tugu iconik yang berasal dari logo JNK dengan dasar warna putih biru, putih dan kuning, Patung di Jalan Tol Madiun yang viral disamakan dengan Patung mirip Palu Arit PKI.
b. Tugu tersebut menggambarkan yang berfungsi sebagai branding perusahaan dan sebagai penanda bagi pemakai jalan yang belum mengetahui akses Gerbang Tol Madiun. Tugu itu dibuat sebagai penanda nama PT baru JNK yang sebelumnya bernama PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ). Tugu itu dibuat dengan tujuan masyarakat agar mengenal dekat pengelola jalan tol yang masuk dalam jalan Tol Trans Jawa.
c. Patung di Jalan Tol Madiun yang viral disamakan dengan Patung mirip Palu Arit PKI, Dilihat dari sisi sudut tertentu Tugu Iconic membentuk huruf J-N-K. Tugu menjulang vertikal jika dilihat dari arah barat ke timur membentuk huruf “J”. Lengkung jalan tol yang melingkar jika dilihat dari atas akan membentuk huruf “N”. Serta yang terakhir, secara keseluruhan jika dilihat dari arah Madiun ke arah timur akan membentuk huruf “K”,
d. Tugu itu, sebagai bentuk tugu iconik yang berasal dari logo JNK dengan dasar warna putih biru, putih dan kuning.
“Filosofi logo JNK berbentuk lingkaran biru yang melambangkan bahwa dalam menjalankan bisnis, Perusahaan mengikti kaidah-kaidah universal yang berlaku. Tugu putih menjulang melambangkan bahwa Perusahaan berorientasi pada pertumbuhan shareholder value dan peningkatan prosperity stakeholder dengan memperhatikan prinsip Good Corporate Governance.
e. Untuk lengkung jalan tol berwarna kuning melambangkan Perusahaan senantiasa memberikan layanan jalan tol terbaik yang berorientasi kepada pelanggan.
f. Terkait dengan lokasi penempatan tugu di SS GT Madiun, karena Madiun merupakan akses strategis keluar masuk kendaraan yang akan menuju Kota Madiun, Ponorogo, Magetan, Pacitan dan sekitarnya, serta di pintu tol tersebut akan dibangun gedung Kantor Pusat PT JNK. Selain itu, kami mencatat di GT Madiun memiliki volume lalu lintas tertinggi dibandingkan dengan GT lainnya seperti Caruban maupun Nganjuk.
g. Pembangunan Tugu Iconic yang telah berdiri saat ini merupakan tahap pertama dan akan diselesaikan segera.
Pembangunan Tugu Iconic akan dilengkapi dengan penambahan huruf JNK tinggi sekitar 1.5 meter dari bahan acrylic dengan pencahayaan tinggi. Huruf JNK tersebut ditempatkan sebelah kanan tugu dan pelaksanaannya akan dikerjakan pada tahun ini.
h. Bahwa pada intinya PT. JNK, adalah anak perusahaan Jasa Marga, sahamnya milik negara, sehingga kami tidak sampai berpikir ke arah hal tersebut apalagi bermaksud membuat tugu palu arit. Bahwa pada prinsipnya, Tugu Ikon PT. JNK merupakan simbol untuk pengguna Jalan Tol Trans Jawa, dan sebagai penanda bahwa para pengguna jalan tol yang melintas telah memasuki Wilayah PT. JNK atau wilayah Madiun. Tugu Ikon JNK ini adalah tahap pertama, dan rencananya untuk tahap kedua kedepan akan dibuatkan tulisan JNK dan di cat / warna.
Khotamil Anam, S.Pd (Ketua GP Ansor Kabupaten Madiun) Menyampaikan Yang intinya :
a. Kami dari Ansor Kab. Madiun merupakan Ormas keagamaan dan kemasyarakatan, dengan ketua saya sendiri.
b. Polemik tentang logo dipicu dari omong-omongan yang ngawur tidak memahami arti terkait tugu JNK tersebut. Yang kemarin Audensi di Kab. Madiun kami memastikan bukan dari Madiun semua dari luar Madiun.
c. Terkait kegaduhan berita tersebut kami dari Ansor niat Tabayun ke PT. JNK. Kami sebagai masyarakat Kab. Madiun mendapat kredibilitas yang kurang baik dengan adanya berita tersebut mengharapkan ketegasan dari JNK dan Kab. Madiun demi nama baik.
d. Kami meyakini dan tidak suudhon dengan dengan JNK apalagi merupakan perusahaan milik negara serta memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM.
d. Pernyataan Sikap, kami :
Terkait dengan polemik Patung Logo JNK di Tol Madiun, yang dipicu oleh penilaian tidak logis dan penuh prasangka beberapa “tokoh” yang kemudian diekspos oleh beberapa media online, termasuk tuntutan sekelompok orang untuk merobohkan Patung Logo JNK dengan alasan yang tidak masuk akal, maka Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Madiun, menyatakan beberapa hal sebagai berikut:
1) Menolak keras penafsiran yang berlebihan dan tendensius, dan bahkan politisasi, terhadap patung logo JNK di Tol Madiun;
2) Karakteristik asli dan sehari-hari masyarakat Kabupaten Madiun adalah Relijius dan Pancasialis, di mana seluruh komponen masyarakat saling bekerjasama dan bergotong-royong demi mencapai taraf kehidupan yang sejahtera lahir dan batin, dunia dan akhirat.
3) Mengecam komentar beberapa “tokoh” di luar Madiun yang tidak paham sejarah, situasi kebatinan, dan sosiologi masyarakat Madiun yang dengan mudah mengaitkan secara sembrono penafsiran sepihak mereka terhadap patung logo JNK di Tol Madiun
dengan ancaman bahaya bangkitnya Komunisme;
4) Menuntut disudahinya politisasi isu komunisme demi kepentingan politis-pragmatis tertentu, dengan dalih apa pun, bahkah dengan dalih agama sekalipun.
5) GP Ansor, Banser, NU, dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Madiun sejak dulu hingga kapan pun akan berada di garis depan membela dan mempertahankan eksistensi Pancasila, Kebhinekaan, NKRI, UUD ’45, dan Pandangan Keagamaan Ahlussunah waljamaah yang moderat serta kompatibel dengan kultur masyarakat
Nusantara;
6) Mendukung program percepatan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah dengan tetap mengutamakan kemaslahatan masyarakat luas serta mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan kearifan masyarakat.
Penyampaian dari Sdr. Nawi(Anggota Ansor Kab. Madiun), yang intinya :
a. Kami menolak isu komunisme, seolah-olah saat ini isu tersebut mulai dimunculkan lagi. Madiun memiliki sejarah kelam yang menyakiti banyak orang, dan saat ini kita sudah melupakan semuanya dan hidup harmonis.
b. Kami mendukung pembangunan pemerintah dengan mengutamakan kemaslahatan masyarakat dan Mengakomodasi kearifan masyarakat.
c. Mungkin untuk menghilangkan imej yang kurang baik tentang tugu Tersebut yang saat ini berkembang, mungkin bisa ditambahkan ornamen lain seperti Madiin Kampung Santri.
Penyampaian AJ Dwi Winarsa (Dirut PT JNK Madiun). Yang intinya Mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak-bapak disini dan dengan pernyataan sikap dari Ansor Kab. Madiun menjadi suport bagi kami, mudah-mudahan kedepan silaturahmi dan komunikasi dapat terjaga dengan baik.
Sambutan Iptu Setiono(Panit Sosbud Intelkam Polres Madiun). , yang intinya Mengucapkan terimakasih kepada JNK dan Ansor. Yang intinya dari Polres Madiun mengajak seluruh Ormas termasuk Ansor bersama-bersama menjaga Madiun tetap kondusif.
Kegiatan ini berjalan dan berakhir dengan baik di akhiri dengan foto bersama.

