Kontri robby
Editor redaksi
Berantas.co.id, Kabupaten Tangerang – Ratusan petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Tangerang Dan Kecamatan Kosambi Serta Kelurahan Dadap,TNI,Polri,Dishub PLN dan Damkar dikerahkan guna menjaga kondusifitas guna untuk menertibkan warung dan bangunan liar (Bangli) di kawasan Pantai Indah Dadap (PID), Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Sebanyak ratusan warung dan bangli yang berdiri diatas saluran air berdampak kepada pemukiman warga sekitar. Bangli tersebut menjadi salah satu penyumbang banjir pada saat hujan turun karena saluran air menjadi tersumbat karna terhalang tersumbat akibat sampah dan lumpur.
Disela sela kegiatan Camat Kosambi Asmawi yang terjun langsung ke lokasi mengatakan, kegiatan ini merupakan gerakan bersama dalam hal penertiban, agar menyesuaikan terhadap penghuni warung dan bangli untuk bisa dan taat pada aturan yang berlaku.
“Penertiban ini, dipersiapkan sejak bulan Pebruari lalu dan sudah memberikan surat peringatan beberapa kali,kita cenderung terhadap penataan dan penertiban pada kawasan pergudangan ini,” kata camat Kosambi Asmawi, Kamis (17/7/2025).
Lebih rinci asmawi menjelaskan, penertiban di kawasan tersebut lantaran ada beberapa pemukiman masyarakat selalu terdampak banjir di beberapa desa yang ada disekitar kawasan pergudangan indah Dadap (PID).
“Setelah kita selidiki, ternyata penyebabnya pada saluran air yang tersumbat karena tertutup bangli ini. Dengan begitu, akan meminimalisir banjir yang bukan dari banjir rob juga,” terangnya.
Sementara itu di tempat yang sama,Pengelola kawasan PID, Derry mengatakan, untuk kedepan pihaknya akan melakukan penataan mengembalikan fasilitas umum sebagaimana mestinya guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat.
“Karena dengan penertiban ini tidak menghambat lagi untuk membersihkan saluran air, karena airnya tidak mengalir,” ungkapnya.
Ia menyebut, pihaknya langsung menerjunkan beberapa alat seperti ekskavator untuk lakukan pembersihan. Kemudian, akan dibuatkan taman secara estafet dengan target satu bulan selesai.
“Sementara untuk tahapan food court kita sudah tahap 50 persen, mungkin dua bulan sudah bisa terisi. Mudahan mudahan bisa berjalan lancar, ” harapnya.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Tangerang, H. Maskota, Hjs Yang terjung langsung ke lokasi mendukung dengan adanya kegiatan tersebut lantaran untuk kedepannya akan ada penataan di kawasan tersebut.
“Jika ada penataan di kawasan ini, kedepan bukan hanya karyawan yang menikmati, tapi juga masyarakat sekitar kawasan PID,”Tungkasnya.