Penulis tim
Editor redaksi
Berantas.co.id, Jakarta – Masih maraknya mafia penimbunan Solar bersubsidi semakin meriah Beroperasi. Pertamina, BP Migas dan APH tidak berkutik untuk bergerak dan bertindak karena di duga kuat sudah berkoordinasi. Tim investigasi media menemukan sebuah gudang penampungan solar subsidi di jl Pulo gadung III no 3 rw 3 kel Terate kec Cakung
Jakarta Timur Sabtu ( 1 Febuari ).
Didalam gudang terlihat pintunya ada dua lapis dan terlihat dua armada truk tangki berukuran 24 ribu liter dan 8 ribu liter. untuk mengangkut solar subsidi ketika di jual ke industri. Sedangkan armada yang di gunakan untuk membeli solar subsidi belum kelihatan di lokasi Gudang karena sedang beroperasi membeli solar subsidi di SPBU. Menurut keterangan warga masyarakat sekitar gudang tersebut di miliki oleh Farhan dan penanggung jawab lapangan Anto.
Tim investigasi sempat bertemu dengan Anto sebagai penanggung jawab gudang ilegal solar subsidi. Tim investigasi media mencoba ngobrol untuk mencari informasi, menurut keterangan Anto gudang tersebut baru beroperasi sekitar dua Minggu. Mampu menampung 50 ribu liter solar subsidi yang akan di salurkan kembali ke industri. Anto juga menjelaskan bahwa gudang tersebut bisa aman karena bos nya Farhan sudah berkoordinasi dengan APH dan dinas terkait makanya aman sampai saat ini. Kami giat menampung solar subsidi setiap malam hari ada sekitar 50 ribu liter solar sampai 100 ribu liter solar subsidi yang masuk ke gudang setiap malamnya, solar subsidi yang di tampung malam hari besoknya langsung di distribusikan ke industri.karena banyak peminatnya dan bisnis yang menjanjikan sesuai resikonya.
Dalam perbincangan dengan Anto, terkesan tidak takut gudang penampungan solar subsidi di beritakan. ” Jika Abang mau naikin berita silahkan aja” ga bakalan pengaruh dengan operasinal kami Karena sudah “berkoordinasi”, ujar anto.
Tim investigasi media menaikkan pemberitaan di beberapa link media online agar supaya viral dan warga masyarakat tau dan juga APH mengetahui nya dan serius menangani gudang penimbunan BBM jenis solar bersubsidi.
Tim investigasi media berkewajiban mengangkat berita ini karena sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian negara cukup besar.
Tim investigasi media akan melaporkan penimbunan BBM jenis solar bersubsidi kepada APH dan dinas terkait.
