Kontributor : Robby
Editor : Redaksi
Berantas.co.id, Kabupaten tangerang – Perselisihan antara anggota pemuda pancasila (PP) ranting desa mekarsari jumar dengan ketua KNPI kec rajeg siti nursaadiah berlanjut sampai ranah polsek Rajeg.
Perselisihan ini berawal dari mobil honda brio ketua KNPI kec rajeg berpapasan dengan mobil avansa milik muhamad farhan yang beralamat di perum nuansa mekarsari blok E no 7 pada hari minggu 24/05/2020 sekitar jam 21.30 di kp nanggul desa sukasari.
“Akhirnya kedua belah pihak sepakat mengadakan musyawarah dengan hasil farhan pemilik mobil avansa bersedia mengganti kerusakan mobil honda brio milik nok ida sapaan ketua KNPI.
Tiba tiba pukul 12 .00 wib jumar yang merupakan anggota pemuda pancasila ranting mekarsari menelpon suaminya nok ida dengan bahasa yg tidak mengenakan tolong antarkan ktp warga saya, sontak suaminya nok ida kaget ktp yang mana, masih dengan nada lantang jumar menjawab ktp yang semalam lalin. anda siapa menahan ktp warga saya.
“Suami nok ida menjelaskan saya tidak menahan ktp tapi hasil musyawarah saya di berikan jaminan ktp dan nomor telepon Hp farhan dan istrinya .” tutur suaminya nok ida menjelaskan krologis nya.
Ranu ketua PAC pemuda pencasila saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya menjelaskan betul jumar adalah anggota saya.”tapi terkadang suka salah kaprah.
Nok ida juga menjelaskan saya bukan mau cari keributan tapi pa farhan dan istrinya sdh komitmen semalam dan siang ini tiba tiba berubah lagi dengan alasan mobil saya juga sama rusak.kenapa semalam tidak menjelaskan waktu musyawarah, papar nok ida
Saya malu kalau harus benturan sama ormas yang ada di kecamatan rajeg.mau dibawa kemana marwah organisasi ini kalau ormas selalu membackingin masalah seperti ini.”pungkas nok ida.
Di temui awak media Nean irawan salah satu aktifis di kabupaten Tangerang dan sekaligus suami nok ida juga ikut bicara, ormas atau okp seharusnya ada pembinaan minimal ada bintek biar tidak keluar jalur jangan sampai nama organisasi di jadikan modal buat nakut nakutin warga, karna setau saya yang namanya ormas itu harus bersinergi dengan warga dan pemerintah bukan untuk membackingi. “Ucap Nean irawan.











