Penulis ; Yuli
Editor: redaksi
Berantas.co.id, Palembang – Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan menggelar pelatihan penanganan Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan pengenalan bom yang diadakan oleh Pertamina Training and Consulting (PTC) di Mako Satbrimob Polda Sumsel. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai pada 8 Oktober 2024 hingga 10 Oktober 2024, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme satuan pengamanan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya yang terkait dengan ancaman bom.
Kegiatan pelatihan ini dipimpin oleh Kabag Ops Satbrimob Polda Sumsel, Kompol Feryanto, SH, dan dilatih oleh instruktur profesional yang merupakan personel Gegana Satbrimob Polda Sumsel. Para peserta pelatihan, yang terdiri dari satuan pengamanan Pertamina dan personel terkait lainnya, dibekali dengan berbagai teknik penanganan tempat kejadian perkara, serta pengenalan jenis-jenis bahan peledak, cara penanganannya, hingga langkah-langkah preventif untuk meminimalisir dampak dari potensi ancaman bom.
Kompol Feryanto dalam sambutannya menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi satuan pengamanan dalam menghadapi situasi krisis. “Kami berharap setelah pelatihan ini, peserta dapat lebih sigap, teliti, dan terampil dalam mengamankan situasi yang melibatkan ancaman bom maupun insiden yang memerlukan penanganan khusus di TKP,” ungkapnya.
Pelatihan ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta, yang merasakan manfaat besar dari materi yang diberikan, khususnya dalam memahami standar operasional penanganan bom. Diharapkan, dengan adanya pelatihan ini, satuan pengamanan Pertamina dan instansi terkait lainnya semakin tanggap dan profesional dalam menjalankan tugas, sehingga mampu menciptakan rasa aman di lingkungan kerja dan masyarakat luas.
