oleh

Pengemudi Transportasi Jadi Korban Kecurangan SPBU 34.13304

Penulis : Redakai

Berantas.co.id,Jakarta – Masyarakat pelanggan harus teliti ketika mengisi Bahan Bakar Mesin (BBM), pasalnya masih banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih berlaku curang.

SPBU 34.13304 yang terletak di Jalan D.I Panjaitan Prumpung Jakarta Timur hari Senin, (05/11) dikomplein oleh Erwin (36) pengemudi transportasi online Grab.

“Barusan saya mengisi Premium di SPBU Prumpung Jatinegara Jakarta Timur No. 34.13304) tuturnya.

Berikut ini kronologis lengkapnya menurut Erwin (korban)
“Saya habis mengisi Premium di SPBU tersebut saya merasa dicurangi antara Rp.30.000 s/d Rp.35.000′-.

Karena saya merasa dicurangi saya Komplain ke si Mbak yang tukang Cor BBM tapi menurut dia Bapak lapor kedalam kalau Bapak tidak puas.

Sesampainya di Kantor SPBU kemudian saya laporkan Kronologisnya, awalnya yang duduk di Kantor tidak terima dan dia adu Argumen sama saya.

Karena saya juga capek dan juga tidak mau banyak ber argumen akhirnya saya katakan kepada yang duduk di Kantor seperti ini:

Saya sudah laporkan Kronologisnya kepada Bapak. Bapak terima atau tidak itu terserah dengan Bapak sebagai orang yang duduk di SPBU ini

Saya sebagai Konsumen hari ini merasa dirugikan oleh SPBU ini, Bapak jangan salahkan kalau saya melaporkan SPBU Bapak ini kepada Pihak yang berkompeten. Mendengar saya berkata seperti itu dia buru menutup Pembicaraan dan mengajak saya damai dan meminta saya agar tidak memperpanjang urusan ini. demikian korban.

Oki, Manager SPBU 34.13304, ketika dimintai keterangannya oleh media ini mengakui bahwa hari ini Senin, (05/11) Jam 15.00, ada pelanggan yang komplein, dan kami sudah mengganti kerugiannya. dikatakannya, saya sangat menyayangkan sikap pelanggan tersebut, “dia teriak-teriak di depan”, kan bisa bicarakan baik-baik, jelas Oki menceritakan kronologisnya.

“Memang saya akui pernah juga ada pelanggan lain yang komplein”, bukan cuma pak Erwin saja, dikatakan Oki, kami punya Standar Operasional Prosedur (SOP) biasanya sebelum diisi diperhatikan angka meterannya dari angka nol. ujar Oki.

Dikatakan Oki, mungkin petugas noisel kami telah melakukan kesalahan, lanjut Oki, kami siap apabila pihak Pertamina memeriksa SPBU kami. pungkasnya.

Penulis : Redaksi
Reporter : Rachman.

Comments

comments

News Feed