<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bahagia di Usia Senja &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/bahagia-di-usia-senja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2021 10:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>
	<item>
		<title>Bahagia di Usia Senja, Harapan Saadi dan Sutinah Keluarganya Tetap Harmonis Saling Akur dan Merangkul</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/bahagia-di-usia-senja-harapan-saadi-dan-sutinah-keluarganya-tetap-harmonis-saling-akur-dan-merangkul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 May 2021 10:39:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia di Usia Senja]]></category>
		<category><![CDATA[Harapan Saadi dan Sutinah Keluarganya Tetap Harmonis Saling Akur dan Merangkul]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=29370</guid>

					<description><![CDATA[Penulis: Yuli Editor: Redaksi &#160; &#160; &#160; Berantas.co.id, Jakarta, Hari beranjak sore <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/bahagia-di-usia-senja-harapan-saadi-dan-sutinah-keluarganya-tetap-harmonis-saling-akur-dan-merangkul/" title="Bahagia di Usia Senja, Harapan Saadi dan Sutinah Keluarganya Tetap Harmonis Saling Akur dan Merangkul" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Yuli</p>
<p>Editor: Redaksi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Berantas.co.id, Jakarta,</strong></em></p>
<p>Hari beranjak sore namun mentari tak lekas meredup. Di sebuah jalan raya satu arah, Saadi (69) duduk setia di kios mungilnya, menunggu pengendara mampir untuk membeli bensin jualannya.</p>
<p>&#8220;Dibandingkan waktu masih muda, tenaga saya sudah jauh berkurang jadi hanya kerja yang ringan-ringan saja,&#8221; ujar warga Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (25/5/2021).</p>
<p>Pada masa mudanya, ia bekerja sebagai buruh yang mengerjakan banyak proyek pembangunan, hingga kini masih dipercaya oleh para kliennya yang dulu.</p>
<p>&#8220;Sekarang cuma mengerjakan yang sehari kelar, di antaranya menambal atap bocor, mengatasi saluran mampet dan memasang keran,&#8221; ungkap Saadi.</p>
<p>Tak jauh dari kios bensinnya, pria asli Jakarta ini tinggal di sebuah rumah kecil sederhana dengan adik-adik dan istrinya, Sutinah (67).</p>
<p>Ia merantau dari daerah kelahirannya di Rembang, Jawa Tengah. Sutinah mengadu nasib ke Jakarta dan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) sejak 1980.</p>
<p>&#8220;Saat masih muda, bekerja pun tidak merasa capek tapi sekarang apa-apa gerakannya jadi lambat,&#8221; aku Sutinah.</p>
<p>Meskipun kekuatannya tak seperti dulu, Sutinah tetap semangat bekerja sebagai ART harian guna mencukupi kebutuhan rumah tangga.</p>
<p>&#8220;Untuk biaya hidup, kami patungan dengan adik-adik yang juga sudah lansia tapi masih bisa bekerja,&#8221; terangnya.</p>
<p>Puluhan tahun mengarungi biduk rumah tangga, Saadi dan Sutinah telah merasakan suka dan duka kehidupan bersama.</p>
<p>Berkat dukungan moril dan materil serta penerimaan terhadap kelebihan dan kekurangan satu sama lain terbukti mampu menguatkan mereka.</p>
<p>&#8220;Rumah tangga tidak hanya bersama saat muda, tapi lanjut sampai tua. Sekarang saya dan bapak (Saadi) sudah seperti saudara,&#8221; kata Sutinah.</p>
<p>Saadi dan Sutinah juga mendapat dukungan dari anak-anaknya. &#8220;Kami kerap kali diingatkan untuk terus sabar karena tenaga sudah sekuat dulu. Tidak ada penyesalan karena telah menerima keadaan,&#8221; kata Saadi.</p>
<p>Ke depannya, mereka berharap agar keluarganya terus saling akur dan merangkul.</p>
<p>&#8220;Dalam keluarga itu harus saling menyayangi, tidak terkecuali jika ada yang lansia harus saling menjaga, susah senang ditanggung bersama,&#8221; tutup Sutinah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
