<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ketum &#8220;silatupatih&#8221; Drisye Siahaya mempererat tali persaudaraan 7 Negri Gandong &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/ketum-silatupatih-drisye-siahaya-mempererat-tali-persaudaraan-7-negri-gandong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2020 04:38:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>
	<item>
		<title>Ketum &#8220;silatupatih&#8221; Drisye Siahaya mempererat tali persaudaraan 7 Negri Gandong</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/ketum-silatupatih-drisye-siahaya-mempererat-tali-persaudaraan-7-negri-gandong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2020 03:42:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ketum "silatupatih" Drisye Siahaya mempererat tali persaudaraan 7 Negri Gandong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berantas.co.id/?p=21051</guid>

					<description><![CDATA[Penulis : Yuli Editor : Redaksi Berantas.co.id, Jakarta &#8211; Tujuh Gandong  Bersaudara <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/ketum-silatupatih-drisye-siahaya-mempererat-tali-persaudaraan-7-negri-gandong/" title="Ketum &#8220;silatupatih&#8221; Drisye Siahaya mempererat tali persaudaraan 7 Negri Gandong" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Yuli</p>
<p>Editor : Redaksi</p>
<p>Berantas.co.id, Jakarta &#8211; Tujuh Gandong  Bersaudara SILATUPATIH (SIRATU YAMA WALLU) dalam pembentukan badan pengurus se-Jabodetabek di kawasan Matraman Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (01/07/2020).</p>
<p>Pembentukan Organisasi &#8220;SILATUPATIH&#8221; tersebut untuk mempereratkan tali persaudaraan 7 Negeri Gandong dan bersinergi dengan pemerintah Indonesia, terutama Pemerintah Daerah Maluku.</p>
<p>Ketum SILATUPATIH Drisye Siahaya menuturkan, &#8220;Hari ini, kami 7 Negeri Gandong Bersaudara melakukan pembentukan kepengurusan SILATUPATIH Jabodetabek. Kami ini bersaudara 7 kampung menjadi satu, Satu Rahim itu namanya SILATUPATIH.</p>
<p>Masih lanjut Ketum, para tertua yang berdiri bersama saya adalah perwakilan dari tujuh kampung bersaudara. Di sini ada 7 kampung bersaudara ada Paperu, Hulaliu, Assilulu, Tulehu, Tial, Sila, dan Laimu, &#8221; ungkapnya kepada awak media di lokasi.</p>
<p>Setelah dideklarasikan, Ketum Silatupatih Jabodetabek itu segera menyosialisasikan kepada masyarakat luas terkait keberadaan SILATUPATIH.</p>
<p>&#8220;Program kami ke depan adalah terkait penanggulangan Covid-19 dan menuntaskan kemiskinan, serta membantu masyarakat melawan Covid 19 untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus. Karena perekonomian masyarakat sedikit terkendala,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, dalam waktu dekat, 7 Negeri Gandong SILATUPATIH akan melakukan aksi kemanusiaan. &#8220;Seperti yang lazim kita lakukan, pembagian sembako yang dibutuhkan masyarakat. Kami akan lakukan ini serentak di 7 (tujuh) Wilayah sesuai korwil masing-masing. Kami juga bersinergi di lapangan melakukan aksi sosial itu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Ketum berharap, dengan terbentuknya SILATUPATIH Jabodetabek, ke depan organisasinya tersebut dapat bersinergi dan berbuat untuk masyarakat serta Pemerintah Indonesia.</p>
<p>&#8220;Harapan Ketum untuk Basudara 7 Negeri Gandong yang ada di Jakarta, Jabodetabek dan seluruh masyarakat Indonesia. Mari kita bersama-sama bergandengan tangan. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan hari ini kapan lagi,&#8221; tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
