Ketum “silatupatih” Drisye Siahaya mempererat tali persaudaraan 7 Negri Gandong

oleh -124 views

Penulis : Yuli

Editor : Redaksi

Berantas.co.id, Jakarta – Tujuh GandongĀ  Bersaudara SILATUPATIH (SIRATU YAMA WALLU) dalam pembentukan badan pengurus se-Jabodetabek di kawasan Matraman Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (01/07/2020).

Pembentukan Organisasi “SILATUPATIH” tersebut untuk mempereratkan tali persaudaraan 7 Negeri Gandong dan bersinergi dengan pemerintah Indonesia, terutama Pemerintah Daerah Maluku.

Ketum SILATUPATIH Drisye Siahaya menuturkan, “Hari ini, kami 7 Negeri Gandong Bersaudara melakukan pembentukan kepengurusan SILATUPATIH Jabodetabek. Kami ini bersaudara 7 kampung menjadi satu, Satu Rahim itu namanya SILATUPATIH.

Masih lanjut Ketum, para tertua yang berdiri bersama saya adalah perwakilan dari tujuh kampung bersaudara. Di sini ada 7 kampung bersaudara ada Paperu, Hulaliu, Assilulu, Tulehu, Tial, Sila, dan Laimu, ” ungkapnya kepada awak media di lokasi.

Setelah dideklarasikan, Ketum Silatupatih Jabodetabek itu segera menyosialisasikan kepada masyarakat luas terkait keberadaan SILATUPATIH.

“Program kami ke depan adalah terkait penanggulangan Covid-19 dan menuntaskan kemiskinan, serta membantu masyarakat melawan Covid 19 untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus. Karena perekonomian masyarakat sedikit terkendala,” ujarnya.

Selain itu, dalam waktu dekat, 7 Negeri Gandong SILATUPATIH akan melakukan aksi kemanusiaan. “Seperti yang lazim kita lakukan, pembagian sembako yang dibutuhkan masyarakat. Kami akan lakukan ini serentak di 7 (tujuh) Wilayah sesuai korwil masing-masing. Kami juga bersinergi di lapangan melakukan aksi sosial itu,” paparnya.

Ketum berharap, dengan terbentuknya SILATUPATIH Jabodetabek, ke depan organisasinya tersebut dapat bersinergi dan berbuat untuk masyarakat serta Pemerintah Indonesia.

“Harapan Ketum untuk Basudara 7 Negeri Gandong yang ada di Jakarta, Jabodetabek dan seluruh masyarakat Indonesia. Mari kita bersama-sama bergandengan tangan. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan hari ini kapan lagi,” tutupnya.

Comments

comments