<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PERMISI : Jangan Libatkan Perempuan Dalam Politik Praktis &#8211; BERANTAS.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.berantas.co.id/tag/permisi-jangan-libatkan-perempuan-dalam-politik-praktis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berantas.co.id</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Sep 2018 11:11:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>
	<item>
		<title>PERMISI : Jangan Libatkan Perempuan Dalam Politik Praktis</title>
		<link>https://www.berantas.co.id/permisi-jangan-libatkan-perempuan-dalam-politik-praktis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2018 11:10:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ACTUAL]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[PERMISI : Jangan Libatkan Perempuan Dalam Politik Praktis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.berantas.co.id/?p=3888</guid>

					<description><![CDATA[Penulis : Halim &#160; Berantas.co.id, Jakarta &#8211; Ratusan massa Perempuan Milenial Indonesia <a class="read-more" href="https://www.berantas.co.id/permisi-jangan-libatkan-perempuan-dalam-politik-praktis/" title="PERMISI : Jangan Libatkan Perempuan Dalam Politik Praktis" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Halim</p>
<p><a href="http://www.berantas.co.id/go/wp-content/uploads/2018/09/IMG-20180912-WA0007.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-post-3888 wp-image-3889" src="http://www.berantas.co.id/go/wp-content/uploads/2018/09/IMG-20180912-WA0007-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berantas.co.id, Jakarta &#8211; Ratusan massa Perempuan Milenial Indonesia (PERMISI) menggelar aksi simpatik di depan kantor Badan Pengawas Pemilu Umum (Bawaslu), Rabu (12/9/2018). Dalam aksinya, PERMISI menyatakan 7 pernyataan sikap terkait kondisi perpolitikan saat ini.</p>
<p>Ketujuh sikap tersebut yaitu meminta Presiden Jokowi tidak harus mundur, namun cukup dengan cuti kampanye sesuai Undang-undang Nomor 7 tahun 2017; Menolak pelibatan ibu-ibu dalam mobilisasi dan keterlibatan Politik praktis pada pemilu dan pilpres 2019; Mendesak Bawaslu untuk mengawasi dan menindak oknum dan lembaga politik yang tidak santun dan patuh pada peraturan perundang-undangan serta menggunakan politik identitas seperti #2019GantiPresiden.</p>
<p>Sikap lainnya yaitu Mengajak masyarakat untuk memberikan suara pada pemilu dan pilpres 2019; Menolak pelibatan emak-emak untuk mendukung gerakan hastag #2019GantiPresiden untuk menghindari penafsiran yang ambigu di masyarakat mengingat sudah ada kandidat Capres dan Cawapres yang mendaftar secara resmi dan konstitusional di KPU; Menolak gerakan hastag #2019GantiPresiden yang dianggap gerakan inkonstitusional dan akan berakibat pada perpecahan anak bangsa; Menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar bersama-sama menjaga stabilitas keamanan menjelang pesta demokrasi pemilu 2019.</p>
<p>“Sangatlah tidak etis ketika ada penggiringan Kepada kelompok ibu-ibu atau emak-emak. Hal ini kami anggap sudah melampaui batas mengingat besarnya tanggung jawab ibu dalam merawat keluarga, memberikan tauladan untuk anaknya, melindungi dan mendidik anak,” ujar Ananda, koordinator aksi PERMISI.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
