Penulis Tim
Editor redaksi
Berantas.co.id, Kuansing, —
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menjadi perhatian serius setelah sebelumnya menelan enam korban jiwa pada salah satu lokasi PETI di Desa Serosah, Kecamatan Hulu Kuantan. Walaupun insiden tragis tersebut telah terjadi, pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas tambang ilegal masih terus berlangsung di sejumlah titik.
Informasi yang diterima dari berbagai sumber menyebutkan bahwa salah satu titik lokasi PETI berada di area kebun orangtua yang diduga berkaitan dengan kerabat dua oknum aparatur negara berinisial Tyson oknum TNI AD dan inisial Anto oknum Polres Kuansing.
Oleh Sumber yang enggan disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa lokasi tersebut Salahsatunya merupakan area yang sebelumnya terjadi insiden tewasnya enam pekerja akibat aktivitas PETI.
Tim investigasi lapangan menemukan beberapa titik tambang yang masih aktif menggunakan alat berat seperti excavator serta rakit dompeng. Aktivitas tersebut bahkan telah lama diberitakan serta ramai di berbagai platform media sosial. Namun demikian, hingga saat ini belum tampak adanya langkah penindakan hukum secara signifikan.
Selain itu, terdapat pula dugaan mengenai sumber pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional tambang ilegal tersebut. Informasi dari lapangan menyebut adanya praktik penyaluran BBM bersubsidi secara ilegal yang diduga melibatkan oknum tertentu yang memperoleh pasokan dari sejumlah SPBU di wilayah Kuansing.
Masyarakat menilai bahwa lemahnya pengawasan serta kurang tegasnya penegakan hukum menjadi salah satu penyebab semakin maraknya aktivitas PETI. Lebih jauh, adanya dugaan keterlibatan oknum aparatur negara diduga membuat kegiatan ilegal ini sulit diberantas.
Adapun titik-titik lokasi PETI yang teridentifikasi berada di:
Desa Serosah
Wilayah perbatasan Desa Logas
Area sekitar PT Udaya di Desa Serosah
Desa Petapahan
Seluruh wilayah tersebut masih berada dalam area hukum Polres Kuantan Singingi, Polda Riau.
Sebelumnya, enam pekerja dinyatakan meninggal dunia dalam aktivitas PETI ilegal. Meski pemberitaan telah berlangsung lebih dari satu bulan, masyarakat belum melihat tindakan tegas dari aparat penegak hukum, sementara aktivitas PETI justru kembali meningkat di sejumlah lokasi.
Terbaru, pada Jumat, 28 November 2025, seorang pekerja dilaporkan tertimbun longsor saat melakukan aktivitas PETI di sekitar Desa Serosah, tepatnya di Desa Jake. Pemilik rakit atau pemodal diduga berinisial HS, namun keterangan resmi dari pihak berwenang masih dalam proses pemintaan klarifikasi oleh media.
Masyarakat berharap adanya tindakan tegas, cepat, dan terukur dari aparat penegak hukum untuk menghentikan aktivitas PETI di wilayah Kuansing, demi mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya dan menjaga kelestarian lingkungan.
Seluruh nama yang disebutkan masyarakat masih berupa dugaan dan memerlukan klarifikasi serta pembuktian oleh penegak hukum.