CAHYA PURNAMA MENGATAKAN SLEMAN PERNAH MENEMBUS ANGKA 1.111 KASUS KEMUDIAN TURUN MENJADI 5.55 KASUS

Penulis : Joni Chan

Editor : Redaksi

 

 

BERANTAS.co.id – Sleman –

Perkembangan Terkini Covid-19 dan Vaksinasi Booster di Kabupaten Sleman
Pemerintah Kabupaten Sleman telah memperpanjang status PPKM level 3 di wilayah
Kabupaten Sleman mengingat kondisi kasus penularan Covid-19 varian baru yang meninggi
pada beberapa bulan ini.
Diketahui bahwa penularan Covid-19 varian baru ini sangat cepat,
meskipun tingkat keparahannya relatif rendah.

Hal tersebut di sampaikan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, kepada wartawan di kantor sekretariat Sleman, Rabu 02 Maret 2022, Cahya menjelaskan untuk kabupaten
Sleman sendiri kasusnya telah menembus angka 1.111 kasus, yang kemudian pada 1 Maret
2022 menurun menjadi 555 kasus.
“Untuk virus Covid varian baru ini di Kabupaten Sleman kasusnya telah menembus angka
seribu seratus sebelas, hari berikutnya seribu sebelas, hari berikutnya seribu satu, terus
kemudian pernah turun ke tiga ratus dua puluh dua, dan kemarin pada tanggal 1 Maret lalu
angka kasusnya menjadi lima ratus lima puluh lima” jelasnya pada jumpa pers di ruang
Sembada Setda Kabupaten Sleman, Rabu (2/3/2022).

Tingginya kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman akibat digunakannya kriteria B sejak
Kabupaten Sleman ditetapkan pada level 3 PPKM. Kriteria B yaitu menggabungkan hasil PCR
dan hasil antigen, dimana jumlah kasus per 1 Maret 2022 berdasarkan hasil PCR sejumlah 356
dan berdasarkan hasil Antigen sejumlah 199. Total 555 kasus tersebut terdiri dari 134 kontak
erat, 232 suspect, dan 189 screening. Screening dilakukan secara mandiri maupun kelompok
kepada mereka yang melakukan perjalanan ke luar daerah maupun yang kembali.
“Karena kita telah masuk ke PPKM level 3 maka PCR dan antigen dimasukkan, jadi hasil 555
itu, kontak eratnya ada 134, suspectnya ada 232. Kemudian ada screening sebanyak 189 pada
awal tahun kemarin.
Screening dilakukan pada mereka yang melakukan perjalanan ke luar
daerah, atau bagi mereka yang akan kembali, dilakukan secara mandiri atau berkelompok”
sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Cahya juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Sleman terdapat
4 (empat) lokasi isolasi terpusat (isoter) yang dapat dimanfaatkan, yaitu Asrama Haji,
Rusunawa Gemawang, UNISA, serta UII. Dari 4 lokasi tersebut, total terdapat 411 tempat
tidur, dan telah terisi sebanyak 243, sehingga diperoleh Rasio Keterisian Tempat Tidur atau
Bed Occupancy Ratio (BOR) sebesar 59%.
Disamping itu vaksinasi baik primer maupun booster juga masif dilakukan Pemkab Sleman.
Capaian total vaksinasi di Kabupaten Sleman per 1 Maret 2022, untuk dosis satu mencapai
99,3%, dosis dua 91,7%, dan dosis 3 atau vaksin booster sebanyak 11,27%. Kemudian
vaksinasi lansia dosis pertama 84,2%, dosis dua 77,7%, dan vaksin booster 19,1%. Sedangkan
vaksinasi bagi anak-anak pada dosis satu mencapai 95,28% dan dosis dua yang masih berjalan
hingga saat ini telah mencapai 81,41%.
Vaksinasi dosis lengkap dan booster ini akan melindungi baik lansia maupun non lansia dari
tingkat kematian dengan resiko akan turun sampai dengan 0,49%.
“Kalau untuk non lansia tanpa komorbid kalau udah dibooster maka tingkat kematiannya akan
turun menjadi 0,49%, tapi kalau hanya vaksin lengkap atau vaksin primer tingkat kematiannya
masih diperkirakan 2,9%. Sedangkan yang untuk lansia tanpa komorbid itu kalau dengan
booster tingkat kematiannya menurun 7,5%, tapi kalau hanya dengan vaksin primer tingkat
kematiannya 22,8% ”, jelasnya.

Hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat, sebab salah satu upaya kita untuk memperkuat
kekebalan tubuh atau imun terhadap paparan Covid-19 ialah dengan melakukan vaksinasi baik
primer maupun booster.
“Omicron bisa menimbulkan kematian. Apalagi orang-orang yang menderita komorbid, maka
perlu dilakukan perlindungan. Sehingga silahkan untuk digencarkan sosialisasi vaksin booster
ini di masyarakat dan diikuti. Kadang-kadang masyarakat untuk booster ini sudah beda niat
atau motivasinya. Kalau dulu jika tidak vaksin linier nanti gak bisa masuk mall, dan lain-lain
karena keperluan untuk itu semua harus sudah vaksin. Jadi ini memang tadi harus memotifasi
masyarakat untuk booster”, tuturnya.
Disamping itu Cahya juga mengatakan tiga langkah yang dilakukan Pemda untuk vaksinasi
booster. Pertama, vaksinasi secara reguler atau masyarakat datang secara langsung ke tempat
pelayanan vaksinasi (Puskesmas dan RS). Kedua, vaksinasi dilaksanakan di sentra vaksinasi,
atau vaksinasi masal. Ketiga, tim vaksinasi mendatangi lokasi peserta. Khusus angkah ketiga,
pendaftaran dilakukan melalui kader-kader kesehatan di RT/RW yang kemudian dilaporkan ke
Kelurahan dan Bidan Desa hingga ke tingkat Dinas atau Kabupaten. Selanjutnya Tim Gugus
Tugas COVID-19 Kabupaten akan menjadwalkan vaksinasi booster per Kalurahan. Hal ini sebagai strategi penurunan kasus penurunan Covid-19 di Kabupaten Sleman.