Penulis : Riyan
Editor : Redaksi
Berantas.co.id, Kabupaten Tangerang – Seiring beredarnya informasi diduga adanya kontrakan yang dijadikan tempat prostitusi di Desa cipari,kecamatan panongan,kabupaten tangerang.
Dari beredarnya informasi yang didapat, yang mana tempat tersebut diduga dijadikan tempat prostitusi. beberapa Awak Media beserta Rt dan anak dari pemilik kontrakan langsung mendatangi Kontrakan tersebut.senin 21/3/2022.
Setibanya di lokasi, terlihat Kontrakan biasa-biasa saja, namun memang ada salah satu kontrakan yang pintunya tertutup dan didalamya terdapat Sepasang pria dan wanita, yang mana statusnya bukan suami istri.
Ketua Rt setempat yang mengecek langsung Kontrakan tersebut menjelaskan kepada Awak Media, “Dengan adanya kejadian ini, tentu perlu pendataan ulang, agar kedepanya lebih tertib dan saya menghimbau kepada penghuni maupun pemilik kontrakan, yang bukan suami istri dilarang masuk,”jelasnya.
Jabatan yang saya emban sebagai ketua Rt memang baru satu bulan dua mingu.terkait berita yang mana tempat ini sudah dua kali penggrebekan, saya tidak tau persis seperti apa, namun memang desas-desus itu ada.
Di sisi lain, Indrayani sebagai anak dari pemilik kontrakan yang ikut langsung melihat adanya sepasang pria dan wanita dalam satu ruangan dengan pintu terkunci dari dalam, tentu sangat terkejut, apalagi statusnya yang bukan suami istri.
Namun indrayani sebagai anak dari pemilik kontrakan tersebut tetap berpikir positif, menurutnya walaupun sepasang kekasih itu berduaan di dalam kontrakan dengan pintu terkunci, itu hal yang wajar, karena kita tidak melihat langsung mereka sedang berbuat mesum.
“bisa saja mereka ingin menyampaikan pembicaraan yang penting, yang mana enggan terdengar dan terlihat orang lain.terbukti mereka berdua masih mau membuka pintu saat Rt mengetuk dan mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,”ujarnya.
Kalaupun memang tempat ini di jadikan sebagai tempat prostitusi, tentu saya mewakili pemilik kontrakan, justru merasa di rugikan.karena selama ini kami menyediakan tempat, bukan untuk dibuat tempat prostitusi melainkan buat tempat tinggal.
Tetapi kalaupun nanti terbukti tempat ini dijadikan tempat seperti itu, tentu kami akan mengambil langkah-langkah penertiban dan pendataan ulang, dan akan kita rapihkan, karena efeknya sangat buruk buat kami.
Mengenai yang telah di sampaikan pak Rt tadi, terkait adanya dua kali penggerbekan di kontrakan kami.bukan nya kami mau menutup-nutupi. “Jujur saya sendiri tidak tau kapan penggerbekan itu, mungkin dimalam hari, yang saya sendiri sudah beristrahat.karena kami sendiri sampai saat ini belum mendapatkan informasi langsung dari pihak manapun,”pungkasnya.
