Editor redaksi
Berantas.co.id, Nias Barat, 16 April 2026 — Setelah melewati masa duka yang mendalam, Sedekia Hia akhirnya memulai lembaran baru dalam kehidupannya dengan menikahi Rosmawati Zega, perempuan asal Gunung Sitoli, Nias Utara.
Pernikahan tersebut dilangsungkan pada Minggu, 12 April 2026, di sebuah gedung gereja setempat di Nias Barat. Suasana haru dan kebahagiaan mewarnai prosesi sakral tersebut yang turut dihadiri keluarga dan kerabat.
Sehari setelahnya, Senin, 13 April 2026, digelar acara peresmian pernikahan sebagai bentuk penguatan ikatan keluarga di hadapan masyarakat.
Pernikahan ini berawal dari peran Athia, anak sulung Sedekia Hia yang juga berprofesi sebagai wartawan dan menjabat sebagai Direktur Media. Ia bersama saudara-saudaranya memfasilitasi pertemuan antara ayahnya dengan Rosmawati Zega, yang berdomisili di wilayah Riau.
Melalui proses musyawarah antara kedua keluarga, kesepakatan pun tercapai dengan penuh pertimbangan dan keikhlasan. Prosesi penyerahan mahar dilaksanakan secara resmi, disertai penandatanganan surat pernyataan di atas materai sebagai bentuk komitmen kedua belah pihak.
Selanjutnya, Rosmawati Zega diantar ke Nias oleh saudara kandung Athia sebagai bagian dari rangkaian menuju pernikahan.
Diketahui, pernikahan ini dilatarbelakangi oleh wafatnya istri pertama Sedekia Hia, almarhumah Razina Daeli, pada Februari 2025. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama bagi tujuh orang anak yang sebagian besar berada di perantauan.
Dalam kondisi tersebut, hanya Sedekia Hia bersama seorang cucu yang masih duduk di bangku sekolah dasar yang tinggal di kampung halaman.
Melihat situasi tersebut, Athia bersama saudara-saudaranya sepakat untuk merestui sekaligus memprakarsai pernikahan sang ayah. Keputusan itu diambil sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian agar ayah mereka tidak menjalani hari-hari seorang diri.
Pernikahan ini menjadi gambaran bahwa kekuatan keluarga mampu menghadirkan harapan baru di tengah duka, serta membuktikan bahwa cinta dan kebersamaan tetap hidup dalam dukungan dan keikhlasan.




