oleh

IATI Sukses Jalankan Uji Coba Pemilu Elektronik

Penulis : Halim

 

Berantas.co.id,Jakarta – Perkembangan kemajuan teknologi dalam era digital berkembang dengan pesat dan untuk itu dibutuhkan suatu filter atau saringan agar dampak negatif penggunaan teknologi bagi
masyarakat bisa dibatasi.

Sebagai contoh dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya pemanfaatan Internet dan media sosial semakin menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dan ini menyebabkan perubahan dinamika kehidupan di masyarakat Indonesia yang mengindikasikan bahwa mereka telah siap untuk selalu terhubung secara on-line dengan berbagai perangkat Sistem Elektronik di Indonesia dalam menciptakan kemandirian dan daya saing bangsa kedepannya.

Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) menggelar Kongres ke-2 berkomitmen untuk meningkatkan perkembangan teknologi demi kemajuan bangsa. Dr. Ir. Marzan Azis Iskandar selaku Ketua IATI sebelumnya mengatakan, IATI adalah ikatan yang dibentuk berdasarkan kebutuhan untuk bisa melakukan audit atau pemeriksaan terhadap teknologi di seluruh wilayah Indonesia, teknologinya diantaranya ada 10 bidang yaitu teknologi energi, teknologi informasi dan komunikasi, teknologi infrastruktur dan lain sebagainya.

“IATI ini dibentuk pada 2006 dan dideklarasikan oleh beberapa Kementerian atas inisiatif dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tepatnya tanggal 23 November 2006. Namun, pengurusnya baru terbentuk pada 11 Januari 2011. Banyak sekali permasalahan di negara kita yang membutuhkan auditor teknologi contohnya kerusakan pada infrastruktur, itu pun bisa dikurangi bahkan diminimalisasi resikonya apabila dilakukan auditor dalam teknologi informasi. Misalnya, kita membutuhkan audit securitynya atau untuk visibilitynya, profesi auditor ini memang profesi baru. Ini adalah bentuk keyakinan kita bahwa auditor teknologi itu dibutuhkan banyak sekali di Indonesia,” ucap Marzan, Jumat (28/09/18) di BPPT saat konferensi pers.

Oleh karena itu tidak mungkin hanya bisa ditangani oleh lembaga BPPT saja yang notabenenya anggotanya kurang dari 3500. Tidak semuanya juga memiliki kompetensi sebagai auditor teknologi. Maka perlu dibutuhkan lembaga yang lain, yang bisa meningkatkan jumlah maupun kualitas auditor teknologi yang bisa menyumbangkan kontribusinya bagi kegiatan teknologi di berbagai bidang di seluruh Indonesia.

Selama kepemimpinan saya, sudah ada kegiatan kita menyelenggarakan pelatihan bagi auditor teknologi yang memiliki kompetensi juga sertifikasi sebagaimana kompetensi juga sertifikasi hanya dikeluarkan oleh BPPT. “Kita melakukan pelatihan agar auditor teknologi lain selain BPPT juga bisa mendapatkan kompetensi dan sertifikat auditor teknologi, selain itu kita melakukan kegiatan sosialisasi mengenai audit teknologi dan auditor teknologi di berbagai daerah. Dengan melakukan seminar-seminar dan juga memfasilitasi kegiatan audit teknologi untuk keperluan keperluan tertentu, seperti yang tidak bisa dilaksanakan oleh BPPT itu biasanya dilaksanakan oleh IATI,” sambungnya.

Kita juga pernah melaksanakan audit uji coba Pemilu elektronik, dengan sistem yang di desain oleh BPPT untuk audit teknologinya diserahkan oleh auditor-auditor teknologi yang tergabung dalam IATI, serta review dan administrasi kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Karena BPPT merupakan pihak yang ikut mendesain memberikan rekomendasi mengenai peralatan dan sistem, maka kegiatan audit teknologinya itu dilakukan oleh anggota-auditor teknologi dan kegiatan lainnya.

Kita juga melaksanakan uji coba pelaksanaan Pemilu di Bantaeng, Sulawesi Selatan dengan sistem elektronik. Namun, uji coba tersebut bukanlah Pemilu yang sah. Kedepannya, kami berharap bisa dilakukan Pemilu secara elektronik yang lebih efisien.

“IATI juga menginginkan hal itu dapat diperjuangkan dalam bentuk hukum yang sah, termasuk di Undang-undangkan, semoga dalam kepengurusan selanjutnya bisa lebih ditingkatkan para auditor yang handal dan kredibel dalam menjalankan audit teknologi,” harapnya.

Comments

comments

News Feed