BERANTAS.co.id – Sleman kasus Covid -19 di Sleman dalam beberapa hari terakhir ini mengalami peningkatan yang sangat dratis,meski terjadi lonjakan kasus yang sangat signifikan namun masyarakat tidak perlu khawatir yang sangat berlebihan dan menyikapi dengan tenang.Hal tersebut di sampaikan KA Posda Sleman BINDA DIY Adi Firmanto kepada Medya BERANTAS. co.id, di Kalurahan Tlogoadi, Mlati, Sleman Sabtu 26/2/2022.
Lebih lanjut Adi mengatakan pada hari ini kami dari BINDA DIY bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sleman,melaksanakan vaksinasi masal mulai dari dosis pertama sampai dosis ke tiga.Tujuan kita adalah bagaimana agar semua masyarakat yang ada di Sleman ini bisa tervaksin semuanya,apalagi saat ini dengan adanya Omicron mereka yang belum tervaksin atau baru 1 kali divaksin sangat rawan akan tertular virus covid -19
ini.Namun tidak begitu parah paling hanya mengalami seperti gejala filek,batuk dan tenggorokan sakit,Adi juga menjelaskan mereka yang tidak tervaksin karena sudah lansia ataupun kormobit.Dengan adanya itu kita pecegahannya dengan selain prokes juga dengan vaksinasi secara masal,kita adakan baru di 7 Kapanewon di Sleman di mulai dari tanggal 24/2/2022 sampai dengan tanggal 27/2/2022.
Adi mengharapkan vaksinasi masal ini bisa terlaksana sekitar 1.500, orang tapi dengan adanya aturan baru bahwasanya sekarang yang sudah usia 18 sampai 60 tahun yang kemaren dosis keduanya terhitung 3 bulan itu bisa vaksinasi booster.Ini adalah berdasarkan informasi tadi pagi Sabtu 26/2/2022, nanti semuanya akan bergerak cepat sampai akhir Februari ini.Aturan baru ini bisa untuk mempercepat vaksinasi yang awalnya hanya untuk lansia kini bisa untuk,usia 18 – 60 tahun Adi menyebut target awal memang 1.500 karena ada kendala dilapangan kalau sudah tau itukan sangat susah terutama transportasi, kondisi kesehatan dan kendalanya belum ada yang mengantar apalagi orang sudah sepuh.Terkait informasi itu agak lambat jadi kalau sosmed itukan bagi yang muda- muda itu cepat tau,ini semuanya kita akan koreksi dari Dinkes Adi juga menyampaikan untuk tanggal 27-28 Februari akan dilanjutkan lagi kegiatan ini bersama Dinkes,pemda dan puskesmas Mlati II yang jelas di Yogyakarta khususnya Sleman sudah 99% dosis pertama sedangkan dosis ke 2 sudah mencapai 97% sedangkan booster baru 11%.Pasalnya dengan perhitungan itu kalau sudah 70% bisa melanjutkan dosis ke 2 sempai ke booster dengan adanya, helm unity yang terbentuk sebelum sebetulnya Sleman sudah terbentuk agar kita bisa tidak seperti masalalu.Waktu Delta jadi kita bisa menganalisa bahwasanya vaksin ini sangat efektif dan yang sudah tervaksin dampanya cuma itu filek, batuk, tenggorokan gatal dan demam seperti itu jadi yang sakit berat itu tidak ada.Adi juga mengatakan di Yogyakarta ini kan sudah menjauh Omicron nya kalau kita liat seperti,Jakarta Banten itu sudah mulai menurun jadi kita juga belum tau kapan ini menurun saya hanya berpesan kepada seluruh masyarakat tolong dijaga prokesnya jangan lupa pakai masker dan cuci tangan setelah berpegian tambah Adi.





