oleh

Kalapas Narkotika Nusakambangan Berserta 13 Anggotanya Di Copot

Penulis : Redaksi

Berantas.co.id, Jakarta – Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) mencopot Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan, Herman, dari jabatannya karena melakukan pelanggaran serius terkait prosedur pemindahan narapidana.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi, Dirjen Pas Kemkumham, Junaedi menyatakan, 13 petugas lapas termasuk Kalapas Narkotika Nusakambangan menyalahi prosedur dalam pemindahan 26 napi narkoba ke Lapas Nusakambangan.

Pelanggaran prosedur yang dilakukan petugas lapas Nusakambangan terjadi di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/3/2019). Saat ini, 13 petugas lapas dan Herman yang bertanggung jawab atas pemindahan napi itu dinonaktifkan dari jabatannya.

“Sampai saat ini, ketigabelas petugas ini terus didalami oleh tim dan apabila pelanggaran ini kategori berat, ringan, sedang, sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan, maka akan dijatuhi hukuman secara administrasi kepegawaian,” kata Junaedi di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Dalam kasus ini, kata Junaedi, Kalapas Narkotika Nusakambangan dinilai lalai karena tidak mampu mengendalikan anak buahnya sehingga terjadi pelanggaran prosedur.

“Kalapas Narkotika telah dinonaktifkan, ditarik ke kantor wilayah dan Kemudian kepala kantor wilayah menunjuk pelaksana harian, yaitu pejabat Kabid Pembinaan Lapas Batu, saudara Irfan Wijaya, untuk melaksanakan tugas sebagai Kepala di Lapas Narkotika Nusakambangan,” ujar Junaedi.

Junaedi menjelaskan, peristiwa ini terjadi 28 Maret 2019 saat proses pemindahan 26 narapidana dari Bali ke Lapas Nusakambangan. Masing-masing 10 orang napi dari Lapas Krobokan dan 16 orang dari Lapas Bangli.

Dari video viral berdurasi 1 menit 22 detik tampak para napi dalam kondisi tangan dan kaki terborgol. Mata mereka tertutup oleh kaos yang mereka kenakan. Ada napi yang terlihat dipukul. Ada juga yang diseret-seret. Napi yang lain tampak berjalan jongkok menuju kapal.

Comments

comments

News Feed