Penulis : Yuli
Editor : Redaksi
Berantas.co.id, Cinajur, Seratus anak-anak dan para ibu di pengungsian Rawacina Desa Nagrak Cianjur mendapatkan trauma healing dari tim Keslap Kesehatan Lapangan Brimob bersama relawan mahasiswa Universitas Negeri Malang, Selasa 29 November 2022.
Setelah mendapatkan trauma healing anak-anak terlihat ceria dan ibu-bunya tidak merasa gundah lagi. Keberadaan tim Brimob dan Relawan Mahasiswa dibawah koordinasi Iptu Iwan Martin, PSI, M.PSI. dapat meringankan beban warga pasca gempa Cianjur di pengungsian Posko Brimob wilayah Rawacina pimpinan Ipda Sutrisno Dantim Resimen II Pasukan Pelopor.
“Alhamdulillah, sekarang saya merasa lega, kegundahan yang selama ini saya rasakan sedikit demi sedikit mulai keluar beban dari hati. Terima kasih bapak-bapak dari Brimob dan mahasiswa Malang yang membantu anak-anak dipengungsian ini bisa ceria kembali dan mengurangi rasa beban orang tua setelah bencana gempa”Ungkap Aulia, warga Rawacina Rt. 02 Rw 04. Desa Nagrak.
Menurut Iptu Iwan Martin selaku Katim Trauma Healing Brimob, tujuan trauma healing mengajak anak-anak melakukan kegiatan menyenangkan seperti bermain, bernyayi dan berdongeng agar tidak merasa jenuh dengan kondisi di penampungan.
Selain itu, juga memberikan edukasi agar bisa menjadi support system bagi keluarga yang ditinggalkan dan bisa saling menguatkan satu sama lain.











