Ketum GPHN RI Terus Dukung KPK Perkuat Bukti Data Dugaan Korupsi Di Kementan

oleh -8 views

Penulis : Rahman

Editor : Redaksi

 

BERANTAS.CO.ID, Jakarta – Dalam release nya ke pada awak media Madun Hariyadi Mengatakan,’ Bahwa,
KPK RI TELAH MERESPON TEMUAN TIM GPHN RI TERAKIT PROYEK-PROYEK FIKTIF DI KEMENTERIAN PERTANIAN YANG KUAT DUGAAN ADA PERANAN DARI PUTRA MENTERI PERTANIAN SEBAGAI PIHAK YANG DI UNTUNGKAN DARI KORUPSI PENGADAAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTANIAN.
rabu 11/11/2020.

Menyikapi dan mengkaji hasil investigasi TIM LSM GPHN RI TAHAP KE DUA, yang mengkroscek secara langsung ke alamat kantor pemenang tender dan ke lokasi pekerjaan di Kabupaten Subang jawa barat dan kabupaten bandung jawa barat,
Serta wawancara dengan pihak humas BALAI VETERINER SUBANG yang jadi lokasi penerima bantuan pengadaan indukan sapi potong lokal dengan menggunakan sumber dana APBN TAHUN ANGGARAN 2020 RP.9.180.000.000,00, dan pengadaan sapi indukan sapi potong lokal dengan menggunakan sumber dana APBN TAHUN ANGGARAN 2020 Rp.6.120.000.000,00, Dari dua kegiatan tersebut di menangkan oleh PT MELAYU MUDA KONSTRUKSI YANG BERALAMAT DI JL.RANTAU X RT 003/RW 010 PEKAN BARU RIAU DAPAT KAMI SAMPAIKAN OUT PUT PENGADAAN TERSEBUT FIKTIF dan PERUSAHAAN TERSEBUT HANYA DI PINJAM DENGAN NIAT MERAMPOK UANG NEGARA.

Dan pada hari ini Rabu 18 November 2020 kami menyampaikan keterangan (PRESS RELEASE) sebagai berikut:

Kami TIM LSM GPHN RI hari ini menyerahkan data dan bukti2 permulaan yang cukup kuat kepada pihak KPK RI, adanya dugaan tindak pidana korupsi yang patut di duga ada peranan putra menteri pertanian sebagi pihak yang di untungkan dari korupsi pengadaan sapi di lingkungan kementerian pertanian.

Kemudian Kami TIM LSM GPHN RI juga menyerahkan data dan bukti2 permulaan
yang kuat adanya dugaan tindak pidana korupsi lain yaitu pengadaan pakan ternak di kementerian pertanian yang menggunakan modal belanja APBN Tahun 2020 sebesar Rp.39.839.580.000,00 yang hanya terealisasi 11.289.249.000,00 dan Perusahaan pemenang tendernya CV.NINTEEN DI JL.MARSAWA III No.6 Rt01/Rw.24 kel cileunyi, ADALAH
PERUSAHAAN FIKTIF YANG HANYA DI PINJAM.

Selanjut nya Kami TIM LSM GPHN RI menyerahkan data Perusahaan FIKTIF yang
memenangkan tender pengadaan pengolahan pakan penggemukan dan pembiakan senilai Rp.5.280.000.000,00 dari menteri pertanian
untuk BALAI BESAR VETERINER BANDAR LAMPUNG ungkap madun.

Saya ingin sampaikan,’ Bahwa kami masih memiliki banyak data pengadaan kuat dugaan fiktif dan perusahaan2 yang di
menangkan tender, Sudah kami kroscek ternyata juga fiktif

Harapannya,”Kami TIM LSM GPHN RI meminta kepada KPK RI, agar segera bertindak tegas dan mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi di KEMENTERIAN PERTANIAN yang di duga potensi kerugian Negaranya TRILIYUNAN RUPIAH.

SESUAI PP 43 TAHUN 2018 TENTANG PERAN SERTA MASYARAKAT, DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI ,KAMI MOHON DUKUNGAN KEPADA SELURUH ELEMEN MASYARAKAT DAN PARA PENGGIAT ANTI KORUPSI UNTUK BERSAMA SAMA MENDUKUNG PROGRAM PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI YANG SUDAH SANGAT MENGGURITA DI KEMENTERIAN PERTANIAN YANG KUAT DUGAAN ADA PERANAN PUTRA MENTAN, ADALAH SEBAGAI PIHAK YANG DI UNTUNGKAN DARI KORUPSI PENGADAAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTANIAN tandas nya Ketua Umum GPHN RI

Comments

comments