Editor redaksi
Berantas.co.id, Bekasi – Ketum PAB (Pemersatu Anak Bangsa) dengan tegas menyatakan sikap mengutuk keras dengan bahasa Rasisme yang dilakukan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald A Sinaga alias Bro Ron di media sosial pada Selasa (5/5/2026).
Dalam video yang beredar, pelaku mengungkap latar belakang yang menyebabkan ia melakukan pemukulan.
Menurut pelaku, awalnya dia dimaki-maki oleh Ronald.
Selain itu, ada pernyataan rasis yang diduga disampaikan oleh Ronald kepada pelaku.
Pelaku juga menyebut bahwa dia sempat dipukul di bagian ulu hati oleh Ronald.
Pelaku pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Sinaga alias Bro Ron, akhirnya buka suara.
Pria bernama Rijal mengaku, datang ke firma hukum Michael Putra and Partners (MPP) atas ajakan rekannya. Ia menegaskan, tidak mengetahui duduk perkara sebelum tiba di lokasi.
“Ketika saya sampai di sana, saya tidak tahu persoalannya seperti apa,” ujar Rijal, dikutip dari rekaman video, Selasa (5/5).
Rijal yang juga kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu mengaku, pertemuan berlangsung, ia justru menerima perlakuan kasar.
Bahkan, Rijal mendapatkan makian bernada rasis sebelum terjadi kontak fisik.
“Dia bilang kamu babu, kamu budak, kamu boneka. Kamu anjng, kamu A**bn Mo**t. Di saat itu, dia nonjok,” ungkapnya.
Dia menegaskan, Bro Ron sempat menekan bagian belakang kepalanya. Kericuhan pun pecah sebelum akhirnya diredam petugas, yang memaksa Rijal turun dari lantai tersebut.
Namun, tak lama kemudian, Rijal kembali naik dan melakukan pembalasan dengan memukul wajah Bro Ron. Aksi tersebut terekam video dan viral di media sosial.
Akibat insiden itu, Rijal bersama satu rekannya diamankan polisi. Ia juga dilaporkan oleh Bro Ron. Sebaliknya, Rijal mengaku telah melaporkan balik atas dugaan rasisme dan penganiayaan.
“Saya sudah visum, sudah laporkan juga ke polisi,” tegasnya.
Lanjut Ketum PAB (Pemersatu Anak Bangsa) dimana ucapan Waketum PSI telah menyinggung kami sebagai warga negara Indonesia Bagian Timur.
Diminta dengan tegas pada partai PSI untuk bertindak dengan tegas dimana PSI pada beberapa waktu lalu sangat mengecam keras atas pernyataan Rasis yang dilakukan ketua RT di Pluit Riang.
Segera keluarkan atau menonaktifkan Waketum PSI Ronald Sinaga karena sudah mencoreng PSI ini lah yang menyulut kemarahan, bila Ronald Sinaga tidak dikeluarkan dari partai PSI kami warga negara Indonesia bagian Timur akan keluar dari partai PSI dikarenakan apa yang sudah dilakukan sangat biadab dan diminta aparat penegak hukum (APH) Kepolisian segera tangkap pelaku Rasisme.
