oleh

Klarifikasi Pompa Bensin 34.13304 Prumpung Jakarta Timur

Penulis : Redaksi

Berantas.co.id, Jakarta – Viralnya konflik konsumen dengan petugas SPBU 34-13304 Prumpung Jakarta Timur pada 5 November 2018 lalu, hanya sebatas miskomunikasi dan sudah selesai, bahkan konsumen juga sudah memaafkan petugas SPBU. Hal itu dikatakan Rahmat sebagai pengawas Pom Bensin 34-13304 saat dimintai keterangannya pada media ini, Rabu (14/11/2018).

“Ini sebenarnya bukan kesalahan pelayanan kami, harap dimaklumi karena ada kesalahan dari pihak operator kami dengan konsunen ataupun kesalahan teknis di pergantian jam bekerja.” ucap Rahmat.

Ia juga mengatakan, pelayanan yang kami berikan ke konsumen sudah sesuai SOP yang diterapkan perusahaan.

“Kami selalu menjaga pelayanan publik dan selalu mengedepankan kepuasan konsumen. ” kata Rahmat lagi.

Dijelaskan Rahmat, bahwa petugas SPBU 34-13304 selalu dikontrol setiap hari dengan system manual cek dan digital system mengenai takaranya.

Bahkan ia juga menjelaskan kemungkinan yang terjadi diluar kemampuannya tetap menjadi tanggungjawab pengawasan dan para petugas SPBU.

Atas kejadian yang terjadi tertanggal 5 November 2018, Rahmat menngungkapkan pihaknya sudah mengklarifiksi di depan media bahwa kesalah pahaman tersebut hanyalah sebatas kesalahan teknis.

Seperti diberitakan sebelumnya, SPBU 34.13304 yang terletak di Jalan D.I Panjaitan Prumpung Jakarta Timur hari Senin, (05/11) dikomplein oleh Erwin (36) pengemudi transportasi online Grab.

Menurut Erwin (konsumen), ia habis mengisi Premium di SPBU 34-13304 merasa dicurangi dalam pengisian BBM kendaraannya.

Karena merasa dicurangi, Erwin Komplain ke si Mbak yang tukang Cor BBM tersebut.

Hal itu dbenarkan Oki, Manager SPBU 34.13304, ketika dimintai keterangannya oleh media ini mengakui bahwa hari ini Senin, (05/11) Jam 15.00, ada pelanggan yang komplein, dan kami sudah mengganti kerugiannya, bahkan sudah tidak ada permasalahan lagi.

“Kami punya Standar Operasional Prosedur (SOP) biasanya sebelum diisi diperhatikan angka meterannya dari angka nol. “ujar Oki.

Oki juga menerangkan, kejadian tersebut sebatas kesalahan teknis, karena adanya pergantian jam waktu kerja.

Bergulirnya waktu, menurut Rahmat omset perhari menjadi turun 2 – 3 persen perhari.

“Kedepannya, SPBU kami dapat lebih memperhatikan segala sesuatunya, mulai dari pelayanan, kebersihan, dan penuh tanggungjawab. “Harap Rahmat.

Didin warga Tanah Abang yang bekerja di daerah Prumpung saat ditanya wartawan yang sedang mengisi BBM di SPBU ini mengatakan, tidak ditemukannya kejanggalan dan pelayanan yang buruk.

“Pelayanan dari petugas di SPBU 34-13304 ini saya rasa cukup baik, bahkan takaran BBM nya sesuai. “Ringkas Didin.

Hal yang sama juga dikatakan driver Ojol yang hampir setiap hari mengisi BBM di SPBU Prumpung ini cukup ramai.

“SPBU ini cukup Ramai mas, kalau ramai pastinya bagus dalam takarannya. “Tutupnya.

Comments

comments

News Feed