Penulis tim
Editor redaksi
Berantas.co.id, Jakarta – Mafia Solar semakin merajalela Beroperasi karena lemah nya pengawasan Pertamina, BP Migas dan APH. Tim menemukan sebuah penampungan gudang solar subsidi di jl Pulo gadung III no 3 rw 3 kel Terate kec Cakung Jakarta Timur Senin ( 27 Januari 25 ).
Di dalam gudang di temukan truk tangki berukuran 24 ribu liter dan 8 ribu liter. Armada untuk mengangkut solar subsidi di jual ke industri. Gudang tersebut di miliki oleh orang berinisial F dan pengurusnya berinisial A.
Tim investigasi sempat bertemu dengan A dan ngobrol coba mencari informasi. Menurut keterangan dari A gudang tersebut sudah berjalan lebih dari satu tahun dan setiap harinya mampu menampung 80 ribu liter solar subsidi yang akan di salurkan kembali ke industri. A juga menjelaskan bahwa gudang tersebut milik F. Setahun lebih bisa bertahan karena bos F sudah berkoordinasi dengan APH dan dinas terkait makanya aman sampai saat ini. Kami giat menampung solar subsidi setiap malam hari ada sekitar 80 ribu liter solar sampai 100 ribu liter solar subsidi yang masuk ke gudang setiap malamnya, solar subsidi yang di tampung malam hari besoknya langsung di distribusikan ke industri.karena banyak peminatnya.
Dalam perbincangan dengan A, terkesan sombong dan tidak takut gudang penampungan solar subsidi di berikan Karena sudah “berkoordinasi”, A menyatakan silahkan aja kalo Abang mau menaikkan berita yakin tidak akan di tanggapi karena bosnya F sudah berkoordinasi dengan APH dan Dinas terkait.
Tim investigasi media menaikkan pemberitaan agar supaya warga masyarakat tau dan juga APH mengetahui nya dan serius menangani gudang penimbunan BBM jenis solar bersubsidi.
Tim investigasi media berkewajiban mengangkat berita ini karena sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian negara cukup besar.
Tim investigasi media akan melaporkan penimbunan BBM jenis solar bersubsidi kepada APH dan dinas terkait.
Bersambung
*No viral no justice*






