PDAM TIRTA SEMBADA SUSUN RENCANA PENGAMANAN AIR MINUM UNTUK MENJAGA K 4

 

 

 

BERANTAS.co.id – Sleman PDAM Tirta Sembada Sleman menyelenggarakan semiloka untuk penyusunan, rencana pengamanan terkait sistem penyediaan air minum untuk masyarakat kedepan.Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendengarkan, berbagai masukan,saran,dan hal – hal dari stakehoder dan bagi masyarakat penguna layanan air minum.

Dalam acara tersebut Bupati Sleman, Kustini Sripurnomo berkesempatan hadir untuk membuka Semiloka Rencana Pengamanan Air Minum Tahun 2022- 2025, Bupati Kustini sangat mengapresiasi kegiatan Semiloka tersebut.Sementara itu Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata mengatakan kepada BERRABTAS.co.id di ruangan kerjanya mengatakan ini, adalah tindak lanjut dari Semiloka tersebut nanti akan disusun rencana pengamanan air minum di Kabupaten Sleman.

“Kita akan menyusun pengamanan yang meliput dari hulu sampai hilir, artinya dari instalasi air baku, lalu istalasi produksi kemudian instalasi jaringan transmisi distribusinya sambungan kepada kerumah masyarakat pelangan tuturnya jumat 11/2/2022.Lebih lanjut Dwi menambahkan pengamanan air PAM ini, sudah kita mulai pada tahun 2021.Dengan membuat dokumen kita akan mengacu kepada Jastrada , kebijakan strategis daerah Kabupaten Sleman dengan sistem penyediaan air minum.Ini tentu juga kita butuh masukan dan saran dari berbagai pihak, untuk membantu memperbaiki rencana pengamanan air minum tambah Dwi.Ia juga mengatakan saat ini ada sekitar 41 ribu lebih pelanggan yang ada, sehingga pihak kami berkomitmen agar ada antisipasi meski saat ini, pelayan sudah terlaksana dengan baik. Kalau tidak dari awal – awal kita menyiapkan rencana pengamanan nanti kita bisa repot.Target kita bisa selesai semua kita akan evaluasi ujarnya.Dwi juga mejebutkan penyelesaikan program ini tentunya, juga berkaitan dengan pendanaan baik dari kita sendiri atau pemerintah daerah.Kami berharap 1-2 tahun selesai imbuhnya.Sekali lagi Dwi menyampaikan rencana pengamanan air minum menjadi penting, karena siapa tahu nanti ada bencana alam bisa mencemari, atau ada pembangunan di lokasi sumber mata air sebagai sumber air baku .Kita dekat dengan pemukinanan,ini sangat mungkin bisa terjadi pencemaran tapi kita antisipasi agar tidak ada konfilik dengan masyarakat ucapnya. Dwi juga mengatakan kita ada upaya menyiapkan instalasi pengolahan, yang lengkap sehingga ketika ada daerah sumber air baku dekat dengan pemukinan bisa kita netralisir potensi pencemaran lingkungan tambah Dwi.