Pernyataan Kapolsek Neglasari Tidak Tepat Dalam Memberikan Statmen Ke Awak Media

oleh -49 views

Kontributor : Team Tgrg

Editor : Redaksi

Berantas.co.id, Jakarta – Tentang pemberitaan yang dilansir beberapa media online terkait stetment Kapolsek Neglasari Kompol R. Manurung (14/02/20).

Saat ditanya pihak KOSAMI tempat kerjanya AN, lanjutan dari pemberitaan *Seorang Oknum Polisi Berpangkat Kompol Membawa Kabur Tersangka Kasus Penganiayaan*,
“Darma maupun Jefry mengaku anggota Buser dari Polsek Neglasari.
Mendengar pengakuan tersebut, pimpinan tempat kerja AN menanyakan surat perintah penangkapan dan Kartu Tanda Anggota (KTA) Kepolisian.
Namun keduanya berkelit hingga datang seorang anggota Polri berpangkat Kompol yang diketahui orang tua dari AN, pada saat mereka (Darma dan Jefry) mendatangi kantornya AN mereka mengaku anggota Buser tapi ketika ditanya legalitasnya mereka berkelit dan diusir,” papar Manurung.

Stetment kapolsek ini Dibantah Darma Wijaya dengan tegas, sangat disayangkan seorang Kapolsek seharusnya berhati hati dalam memberikan stetment kepada beberapa Awak Media agar publik tidak dibohongi dalam pemberitaan yang tidak jelas.

“Bilamana pernyataan seorang Kapolsek tidak akurat dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya, maka stement Kapolsek R. Manurung bisa merugikan dirinya sendiri dan fitnah terhadap saya dan pimpinan saya Jefri Manopo”
tungkas Darma Wijaya (17/02/20).

Seharusnya Kapolsek bersikap Netral, Objektif dan Profesional dalam menangani permasalahan baik dalam Kasus Penculikan, Penganiayaan lebih dari 10 orang Pasal 170 KUHP oleh Hans dkk jelas Pidana Murni maupun penggelapan 372/378 KUHP oleh Yo Kok Kiong yang masih mengedepankan unsur praduga tak bersalah

Sekali lagi Kapolsek R. Manurung mencoreng kinerja sebagai Kapolsek dengan membuat stetment Hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, setelah Kapolsek R. Manurung juga sebelumnya tidak bisa mempertanggungjawabkan stementnya kepada awak media tentang penyerahan AN oleh orang tuanya hari sabtu kemaren.

Kapolsek R. Manurung kepada awak media, mengatakan bahwa tersangka AN kooperatif akan datang diantar Bapaknya sendiri menyerahkan anaknya AN kekantor Polsek Neglasari pada hari sabtu jam 13.00 WIB (15/02/20) akan tetapi tidak terbukti dan ternyata Mangkir serta tidak bisa dibuktikan stementnya pada awak media sampai saat ini.

Beberapa awak media hari ini (17/02/20) mendapatkan pernyataan dari H. Nai Basri sebagai Direktur KOSAMI di dampingi Pak Brojo MANAGER KOSAMI, yang menyatakan tidak pernah berbicara bahwa

“Darma dan Jefry mendatangi kantornya AN dan mereka mengaku anggota Buser tapi ketika ditanya legalitasnya mereka berkelit, itu tidak benar, kami menerima mereka dengan baik dan tidak pernah mengusir mereka, Pak Jefry dan Darma tidak pernah mengaku mereka anggota Buser mereka memperkenalkan sebagai media dan Darma sebagai paman dari keponakannya yang dianiaya (Yo Kok Kiong, red), adapun saya berbicara bila memang AN akan ditangkap oleh Buser Polsek Neglasari yang nanti akan datang menjemputnya dan sudah telp Kapolsek oleh Pak Jepri Manopo di loudspeaker di depan saya dan manager saya yang akan menangkap AN, adapun saya nanti pasti akan mempertanyakan surat penangkapannya kepada pihak yang akan menjemput AN, karena saya berhak mempertanyakan itu karena AN bekerja di KOSAMI yang saya pimpin,” ucap H. Nai Basri (Direktur Kosami).

Jelas sudah berita dari beberapa media yang menyudutkan Darma dan Jefri, menjadi terang benderang dan beberapa awak mediapun mengerti bahwa banyak stetment dari Kapolsek R. Manurung yang tidak dapat dipertanggung jawabkan

Awak mediapun angkat bicara akan mengkomfirmasi kembali setelah mendapatkan keterangan dari pihak KOSAMI dan juga tentang kelanjutan AN yang sudah menjadi tersangka yang kenapa sampai saat ini masih masuk kerja di KOSAMI tapi belum juga ditangkap dan Kapolsekpun dihubungi masih belum dapat bertemu dengan awak media hari ini (17/02/2020)

“Sangat aneh dan tembang pilih Kapolsek Neglasari ini sudah jelas Pelaku Penganiayaan 170 KUHPidana adalah Pidana Murni tapi masih belum ditangkap dan belum bilang belum status DPO (padahal sudah dikonfirmasi oleh awak media Surat DPO sudah terbit hanya tinggal diberi No, dan ada spirkap juga sudah tersangka sejak 10/01/2020 sedangkan keponakan saya baru tersangka pada tanggal 13/02/2020 menyatakan Yo Kok Kiong DPO di lansir salah satu media, Ada apa Kapolsek dangan Kompol Sudik Riono, kalau memang tidak ada apa apa kenapa tidak di tangkap AN padahal masih bekerja” ucap Darma kepada awak media

Pemimpin yang akan bisa dihargai dan sukses adalah pemimpin yang Profesional, Bijak, Objektif dan Transfaran bukan pemimpin yang tembang pilih.

Comments

comments