Pernyataan Sikap Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) ; Ceramah Tilawah Qur’an

Penulis : Rahman

Editor : Redaksi

 

Berantas.co.id, JAKARTA – Bertempat di Masjid Nuruddin, Kelurahan Kebon Bawang,kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara, Cabang dari Jemaat Ahmadiyah melakukan acara pentingnya Rasa Persatuan Dan Kesatuan, pada sabtu malam minggu17/09/22.

Ada pun tema pada ceramah kali ini adalah,” Membumikan Spirit Islam Cinta Damai Dalam Bingkai Berbangsa dan Bernegara. Melihat situasidan kondisi saat ini, Karena perilaku ekstrim/radikal dari sebagian umat Islam telah dijadikan representasi Islam itu sendiri.

Seperti yang terjadi saat sekarang ini, banyak nya muncul FENOMENA ISLAMOPHOBIA, atau Antinti Islam. Melihat dari peristiwa 11 Sepetember 2001, Banyak umat Islam yang terkena dampak dari kejadian itu. Sampai difilmkan,” Dengan Judul, My Name is Khan.

Film yang menguras energi dan emosi
Perjuangan Khan, untuk membuktikan bahwa Islam bukan agama teroris. Dan Mungkin Juga Ada yang masih ingat Peristiwa Bom Bunuh diri di Surabaya,
Hinga tega mengajak anak-anak yang masih kecil, Dan tidak tau apa-apa, dimana mereka harus mengakhiri masa kecil mereka secara mengenaskan.

Dan Ada yang masih ingat Peristiwa Bom Bunuh diri di Makassar,” Apa yang dipikirkan pasangan suami-istri ini, Bukannya membangun rumah tangga mereka, mereka malah mengakhirinya secara tragis,” Ungkap Muhammad Nurdin.

Tentunya ini menjadi pertanyaan kita bersama, Mengapa mereka bisa bertindak senekat itu, Jawabannya DOKTRIN AGAMA, Bahwa ini perintah Al-Quran kok. Janji SURGA bagi mereka yang melaksanakannya. Ini lah Penyebab Utama orang-orang masuk dalam pusaran ekstrimisme dan radikalisme.

Nurdin dalam pencerahan ceramahnya menyampaikan,” PEMAHAMAN YANG SALAH TERHADAP AYAT-AYAT AL-QURAN. Memahami ayat Quran tidak secara keseluruhan. Akan Tapi sepotong-sepotong. Akhirnya, mengambil sebagian dan membuang sebagian yang lainnya.

Kemudia Rasa KEBENCIAN YANG TERUS DIRAWAT,” didalam ayat Al-Quran menyatakan bahwa, Kebencian itu sesuatu yang BERBAHAYA. Karena kebencian mendorong seseorang untuk bertindak tidak adil,” Ucapnya.

Seperti akan Contohnya, dua orang beradu argumen. Salah seorangnya kalah dan tidak bisa berargumen lagi. Tapi ia tidak mau mengakuinya. Yang pada Akhirnya ia mengatakan, POKOKNYA kamu yang salah. Saya yang benar.

Lanjut ustadz Muhammad Nurdin menjelaskan,” Disinilah awal-mula TAKFIRI, Orang yang gampang sekali mengkafirkan orang lain, hanya karena berbeda. Tak cuma berbeda agama, beda mazhab pun dikafirkan.
– Yasinan dikafirkan.
– Orang maulidan dikafirkan.
– Orang zikiran dikafirkan.
– Pokoknya, kalau beda, langsung kafir.

Untuk itu ada 2 HAL INI YANG PERLU UNTUK KITA JELASKAN, Yaitu,”

Dalam MENAFSIRKAN AL QURAN, HARUS SECARA MENYELURUH, TIDAK SEPOTONG-SEPOTONG, Coba perhatikan ayat berikut ini, Perang dilakukan karena diserang lebih dulu.
Kalau tidak ada serangan, maka Islam tidak akan pernah mengangkat senjata.

Kemudian Ustadz M. Nurdin juga menambahkan,” Bahwa, SIFAT ALLAH TAK PERNAH MEMAKSAKAN KEHENDAK, Kalau Allah saja tidak pernah memaksakan kehendaknya, mengapa kita sebagai makhluk-Nya, ciptaan-Nya harus memaksakan kehendak kita. Dalam sebuah hadits, sifat perempuan digambarkan sebagai “SULBI” Tulang Rusuk. Tulang rusuk kalau dipaksa lurus akan patah, Begitu juga sebenarnya dengan hati manusia.

Lebih lanjut Ia menyampaikan,” Bahwa Petunjuk Al Qur’an untuk mengajak orang kepada Allah ada 3.
1. Hikmah
2. Nasihat yang baik
3. Bertukar fikiran dengan cara yang baik.

Pada intinya,” TIDAK ADA PAKSAAN DALAM AGAMA, KITA HARUS MENYADARI BAHWA PERBEDAAN ITU TAK BISA KITA HINDARI. Ikhtilafu fi ummati rahmah, Coba bapak ibu bayangkan, dinegara kita ini terdapa berbagai macam suku dan agama, seperti,” Suku Sunda, Makassar, Buton, Betawi, Jawa dan lainnya. Untuk itu mari sama sama kita antar sesama anak bangsa dan negara saling menghormati perbedaan antar sesama, baik dalam suku dan budaya serta beragama,” Tandasnya.