Praktek Gas Elpiji Suntikan Di Rumpin Berjalan Aman terkesan “kebal hukum”

Penulis : Tim Investigasi media

Editor: redaksi

 

 

 

Berantas.co.id, Rumpin – Isu praktik oplos gas elpiji/LPG agaknya bukan isapan jempol. Di duga terdapat pihak yang nekat melakukan praktek yg pengoplosan gas elpiji 3 Kg bersubsidi ke tabung non Subsidi 12 kg yang memicu kelangkaan Gas Elpiji 3 kg di masyarakat.

Aksi merugikan masyarakat ini berlangsung di salah satu gudang, di rumpin Bogor. Yang di kelola oleh Srg

Informasi yang dihimpun berantas.co.id, menyebutkan bahwa beberapa warga, mengaku resah dengan adanya praktek pengoplosan gas subsidi di wilayah tersebut. Karena mengandung resiko tinggi jika salah bisa menimbulkan ledakan dan kebakaran.

Selain bau gas, suara desis dari praktek illegal itu membuat warga menduga bahwa aktivitas oplos gas subsidi ini diduga dibekingi APH. Karena sudah berjalan cukup lama dan aman. Biasanya beroperasi tiap malam sampai pagi.

“Praktek nekat suntikan gas elpiji ini di duga beromset ratusan juta itu sudah berlangsung lama, sekitar dua tahun berjalan dengan aman” tutur warga setempat, Jumat ( 29/11 ), sembari meminta namanya dirahasiakan demi keamanan. Dikatakan, beberapa hari lalu warga melintas dari lokasi, suara desis dan bau gas terdengar dari luar gudang.

Tim investigasi media memantau dari depan diduga ada aktivitas pengoplosan gas di sana, karena terdapat mobil pikap masuk-keluar ke gudang tersebut. Informasi yang diperoleh dari warga, pemilik dari gudang pengoplosan gas elpiji itu diketahui Srg dan pemiliknya M.

Hingga saat ini di naikkan pemberitaan ini tidak ada konfirmasi dari Srg maupun M. Terkesan mengabaikan konfirmasi dari media.

 

Temuan lokasi pengoplosan atau suntikan gas elpiji ini akan di laporkan ke mabes polri dan Bp Migas agar di tindak lanjuti. Tim media akan terus mengawal sampai lokasi tersebut di tutup serta penanggung jawab lokasi berserta pemilik nya di kenakan sanksi hukum yang berlaku.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan